Motif Batik Berdasarkan Komposisi Dan Susunannya

Sugeng dalu temen-temen pecinta batik dan pengagum rahasia admin. Sudahkah kalian bersyukur hari ini?Today kita masih akan membahas batik dan segala keunikannya. Agar tidak terlalu sulit maka kita akan memahami dari hal-hal yang paling dasar dahulu nggih. Yang pertama tentu saja ragam hias motif batik.

Berdasarkan komposisi dan susunannya ragam hias motif batik dibagi menjadi dua golongan, golongan geometris dan non geometris. Golongan geomeris yaitu golongan yang mudah dibagi menjadi bagian-bagian yang disebut rapor. Rapor pertama berbentuk seperti ukiran biasa, sengan bentuk segi empa, segi empat panjang, dan lingkaran. Sedangkan bentuk rapor yang kedua tersusun dalam garis miring, sehingga rapornya berbentuk belah ketupat.

Kok berat ya bahasanya sepertinya, tapi memang harus dibahas agar kalian semakin mengerti tentang batik. Karena batik bukan hanya kain dicoret-coret malam. It’s more complicated than art.

Motif batik yang termasuk golongan geometris yaitu motif banji, motif ganggong, motif ceplok, motif nitik atau anyaman, motif kawung, dan motif parang.

  • Motif Banji yaitu golongan motif yang berdasarkan ornamen swastika, disusun rapi dengan setiap ujung dihubungkan satu sama lain dengan garis-garis.
  • Motif Ganggong yaitu motif yang sepintas mirip motif ceplok, namun benuk garis isennya tidak memiliki panjang yang sama dan ujung garis yang paling panjang mirip bentuk salib.
  • Motif Ceplok yaitu motif yang didalamnya terdapa gambar-gambar segi empat, lingkaran dan segala variasinya.
  • Motif Nitik atau anyaman yaitu motif yang tersusun atas garis-garis putus, titik-titik dan variasinya.
  • Motif Kawung yaitu motif yang tersusun dalam bentuk bundar, lonjongatau elips. Susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri dan ke kanan secara berselang-seling.
  • Motif Parang yaiu motif yang tersusun menurut garis miring atau diagonal dengan kemiringan 45 derajat. Motif parang memiliki ciri memakai mlinjon, sujen, dan ada mata gareng. Namun berbeda dengan motif lereng yang tidak memakai 3 ornamen tersebut. Motif lereng biasanya berisi garis ataupun bunga-bunga floral yang berulang.
parang lereng

Sedangkan golongan non geometris, yaitu golongan yang tersusun atas ornamen-ornamen tumbuhan, meru, pohon hayat, candi, binatang, burung, garuda, ular, atau naga, dalam susunannya tidak teratur secara geometris meskipun terjadi pengulangan dalam berbagai ornamennya.

Motif yang termasuk ke dalam golongan non geometris yaitu motif semen dan motif buketan.

Motif semen ornamennya tersusun secara bebas dan berulang, susunannya terdiri dari tumbuhan, meru atau gunung, burung, binatang, dan lar-laran yang disusun dalam komposisi pembagian bidang yang harmonis.

Sedangkan motif buketan adalah motif yang mengambil dari tumbuh-tumbuhan atau bunga-bungaan sebagai ornamen hias, digambar secara realistis tanpa disilasi. Disusun meluas memenuhi bidang kain, sedangkan pada motif terang bulan, penempatan ornamen ada pada ujung kain yang berbentuk segitiga yang disebut tumpa.

Fyuhhh… padahal baru membahas motif aja udah berat begini, bukan tipe admin kalo bahas yang berat-berat begini deh. Jadi kita break dulu di artikel hari ini, semoga informasinya bermanfaat buat kalian semua yah.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Salam hangat

-Prajnaparamita-

Leave a Comment

Your email address will not be published.