Pasar Jadoel Pablengan 2019, Yang Klasik Klasik Selalu Lebih Menarik

Hai kalian semua penduduk bumi yang sedang menghirup oksigen, sudahkah bersyukur hari ini?  Tenang, hari ini tidak membahas jodoh dan sementara batiknya di skip dulu. Karena kali ini, ada event menarik yang akan kita ceritakan special untuk kalian. Yayy, pinter, Event Pasar Jadoel Pablengan 2019, nah, apa saja keseruannya nih, yuhh cuss, langsung menuju TKP.

Pada tanggal 30-31 Maret dahulu kala, tersebutlah sebuah daerah bernama Pablengan dengan obyek wisatanya yang bernama Sapta Tirta. Dan perlu kalian tahu, bahwa ada 7 mata air ajaib yang bisa kalian kunjungi dan melihat sendiri apa saja keajaibannya. Tidak akan seru kalo kita spoiler semua kan yaaa.

Dan pada hari itu, Disparpora Kabupaten Karanganyar yang bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat mulai dari FKPI, Komunitas CinKa, Masyarakat Desa Pablengan, dan berbagai komunitas keren yang mengadakan event perdana ini.

Dengan mengambil tema makanan klasik khas tradisi Jawa yang sedikit banyak sudah mulai punah untuk kembali dibangkitkan eksistensinya. Dan ada puluhan makanan tradisional yang ternyata mampu memikat masyarakat untuk paling tidak mengenang masa lalu dengan berbagai makanan khas yang mungkin generasi milenial belum pernah mencicipinya.

Sebut saja klepon, ongol-ongol, balung kethek, gendar,onde-onde, kemplang, gethuk, tape, bothok, dan masih banyak lagi mampu memeriahkan event tersebut. Berbagai makanan tradisional yang dibuat tersebut menjadi saksi bahwa yang klasik masih selalu selangkah lebih menarik daripada makanan-makanan modern yang mungkin sekali makan, sudah hilang citarasanya.

Bagi para pengunjung yang sudah sepuh event ini menjadi reuni dan sebuah pengingat kisah klasik yang mereka lalui selama hidupnya. Makanan-makanan sejak zaman perjuangan dan bahkan pada masa Kerajaan Mataram mampu kembali mengingatkan lidah mereka untuk mengenang masa silam.

Sementara, bagi para pemuda, ini adalah sebuah penghormatan dan sebuah momentum untuk melestarikan berbagai makanan khas tradisional. Selain itu, sudah menjadi sebuah inovasi dan inspirasi bahwa sebagai generasi milenial, tidak melulu harus modern, sekali waktu, mencicipi makanan tradisional juga tidak ada salahnya bukan.

Event ini juga dihadiri Bapak Bupati Karanganyar, Bapak Juliatmono yang juga tampil memukau dengan memakai pakaian bernuansa Jawa. Ditambah lagi komunitas CinKa yang kebetulan sjuga sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-6, ikut memeriahkan event tersebut.

pokoknya seru abis….!!

Tidak hanya itu, stand-stand keren bernuansa jadoel juga dibuat oleh para pemuda dari FKPI yang begitu kompak ikut memeriahkan acara tersebut. Belum lagi Komunitas Jeep, Kampung Bahasa Pakel yang ikut mengembalikan suasana jadoel dengan jemparingan, dan masih banyak sekali komunitas yang lain guyub rukun menyukseskan acara tersebut.

Sebuah ucapan terima kasih beserta apresiasi yang begitu besar dari kami kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Disparpora dan Bapak Juliyatmono, dan seluruh komunitas yang begitu riuh memeriahkan acara tersebut. Kami yang mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi, begitu bangga dan akan terus mendukung pihak – pihak yang sudah bekerja keras untuk event Pasar Jadoel Pablengan tersebut.

Dan sebagai penutup, semoga kita sebagai bangsa yang memiliki budaya dan tradisi yang adiluhung, mampu lebih melestarikan keanekaragaman tradisi dan mampu membawanya menuju generasi yang lebih memiliki rasa cinta tanah air kepada bumi pertiwi, Indonesia.

Terima Kasih,

Salam Hangat dari kami, penjual balung kethek.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *