Mengapa Air Berpengaruh Besar Pada Proses Pewarnaan Alam Batik Tulis Tradisional?

Dalam pembuatan kain batik tradisional, proses pewarnaan alam batik tulis tradisionaladalah salah satu proses vital untuk menghasilkan warna yang alami dan sesuai dengan karakter motif batik yang akan dibuat. Dan dalam prakteknya, proses pewarnaan tradisional membutuhkan waktu dan tahapan yang lebih lama dan lebih rumit daripada pewarnaan modern.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pewarnaan tradisional pada dasarnya menggunakan bahan dari alam, sementara untuk mempermudah prosesnya, para pengrajin warna sedikit menggunakan bahan kimia. Dan diantara bahan-bahan alam tersebut, air menjadi salah satu unsur utama proses pewarnaan batik tulis.

 

Air menjadi factor penting ketika bahan bahan alam yang bisa didapatkan dengan mudah tetapi tidak semua bahan juga sembarangan didapatkan. Karena nantinya akan menentukan hasil dari batik tulis tradisional yang akan diberikan sentuhan warna.

Warna-warna yang digunakan dalam batik tulis juga tidak bisa sembarangan, bahan-bahan yang sudah dikenal memiliki karakter warna tertentu harus dikombinasikan untuk mendapatkan warna yang sesuai. Kombinasi tersebut ternyata membutuhkan air yang memiliki kandungan alami yang tinggi, tanpa pencampuran bahan-bahan kimia seperti kaporit dan lain sebagainya.

Semakin alami air yang digunakan dalam setiap proses pewarnaan batik, maka hasilnya akan semakin baik. Namun, tidak menjadi sebuah kewajiban juga menggunakan air pegunungan sebagai sarana untuk proses pewarnaan batik tersebut.

Menurut seorang ahli pewarnaan batik, memang air pegunungan lebih baik karena mampu lebih mengikat warna ke dalam kain mori yang digunakan sehingga kesalahan pewarnaan akan dapat diminimalkan.

Kesalahan warna tersebut menjadi kesalahan yang paling fatal dalam proses pembuatan batik tulis tradisional, karena tidak hanya merusak warnanya, tetapi juga motif yang sudah dibuat dengan waktu yang tidak sebentar.

Penggunaan bahan alam ini begitu unik, membutuhkan lebih dari 40 kali pencelupan warna agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Pengulangan pencelupan tersebut sampai mendapatkan warna yang memberikan batik nyawa untuk terlihat lebih indah.

Dan disini, air merupakan sebuah perantara untuk mengikat warna dan memproses warna. Ketersediaan air menjadi sebuah factor penting bagaimana hasil dari pewarnaan batik dengan cara tradisional. Bahkan proses pewarnaan batik yang menggunakan bahan kimia pun membutuhkan air yang baik untuk proses pencelupan kain batik.

Karena alam sudah menyediakan yang terbaik untuk setiap hasil karya batik tulis tradisional, yang menunjukkan bagaimana kita juga harus mampu menghargai dan lebih berusaha melestarikan dan menjaga agar suatu saat nanti, generasi selanjutnya mampu lebih bijaksana menjaga kebudayaan, alam, dan keindahan bumi pertiwi Indonesia.

Terima Kasih

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *