Keindahan dan Keunikan Variasi Motif Lereng Batik Tulis Tradisional

Selamat malam para manusia tak kasat mata, hhee. Sudah menjelang weekend sudah siap mau liburan kemana? Apa mau ke desa batik saja? Nanti akan kami perlihatkan keindahan dan keunikan variasi motif Lereng yang begitu mempesona.

Batik selalu memiliki cara tersendiri untuk memanjakan mata para penggemarnya, dengan motif-motif yang menarik baik menggunakan pakem klasik maupun kontemporer. Seperti berbagai koleksi kami yang baru saja selesai diwarnai ini.

Dari berbagai macam motif tersebut, terdapat motif lereng, yang menarik dari motif ini adalah pola geometrisnya yang miring. Maka dari itu dinamakan lereng, seperti lereng gunung. Motif ini berbanjar sejajar membelah kain dengan kemirngan sekitar 45 derajat.

Dengan pola dan motif yang memiliki kekhasan tersendiri pada setiap karyanya. Kemiringan lerengnya mirip seperti motif Parang dan Udan Liris, namun dengan variasi yang lebih banyak dan sebagian besa merupakan pola-pola kontemporer.

Motif lereng biasanya tidak memiliki unsur utama, karena merupakan kombinasi dari berbagai seni batik itu sendiri. Namun, beberapa ada juga yang menggunakan pola burung dan kupu-kupu sebagai penghias diantara beberapa pola geometris yang miring dan berulang dalam latarnya.

Motif ini merupakan pengembangan dari motif lawas seperti Rujak Senthe dan Udan Liris. Namun berukuran lebih besar dan cenderung tidak memilki pakem khusus selain kemiringan motifnya tersebut. motif ini ideal untuk dijadikan baju, maupun fashion perempuan saat ini, terlebih, kombinasi warnanya yang menarik.

Warna-warna batik yang elegan selalu memiliki nilai lebih bagi para pemakainya, warna-warna batik yang diproses menggunakan warna alam mampu membuat orang akan tertark dan pemakai batik akan menjadi pusat perhatian secara tidak langsung.

Keunikan kombinasi warna alam tidak pernah mengecewakan mata, terlebih dengan kombinasi menarik motif Lereng yang seolah-olah memberikan batasan pada setiap lerengnya. Motif Lereng ini sendiri mampu berkombinasi dengan warna klasik sogan, maupun warna kontemporer yang menggunakan tolet warna.

Namun, sejatinya keunikan motif ini akan lebih terlihat ketika kita menggunakan warna-warna netral dan tidak terlihat terlalu mencolok. Yang fungsinya agar sang pemakai mampu menunjukkan auranya sendiri yang didukung oleh fashion batik yang bagus dan elegan.

Motif lereng meskipun bukan termasuk motif klasik, namun dalam pembuatannya tetap mengunakan cara yang tradisional. Karena akan mengembalikan citarasa batik tulis yang terkenal dengan karakter klasik yang tersimpan dalam setiap lekuk motifnya.

Motif lereng ini memiliki filosofi yang tegas dan lurus sesuai aturan kehidupan. Menjalani takdir dan banyak bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Dengan hiasan moif yang memberikan tanda sebuah kehidupan yang indah dan damai.

Selain itu, lereng yang berjajar memberikan maksud bahwa sebagai manusia kita harus mampu untuk bersanding dan menyatu dengan kehidupan masyarakat di sekitar kita. Saling rukun dan tolong menolong dalam kehidupan, serta mampu beradaptasi dengan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang lain.

Dengan seni dan radisi batik yang sudah secara tuun temurun diwariskan kepada kita, maka kita hanya berharap mampu untuk melestarikan dan memperjuangkan seni budaya batik agar tetap mampu menjadi kebanggaan bangsa kita Indonesia.

Terima Kasih

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *