Batik Tulis Klasik Ukel Gading, Tradisi Turun Temurun Desa Batik Girilayu

Hello masyarakat internet, sudah memakai batik hari ini? Hari ini kita mau pamer nih tambahan koleksi batk klasik asli dari Desa Batik Girilayu. Yang pastinya keren dan mewah untuk dipakai ataupun dijadikan koleksi . perkenalkan, batik tulis klasik Ukel Gading, yang merupakan tradisi turun temurun Desa Batik Girilayu.

Bagi para pecinta batik tulis, memiliki batik yang elegan dan berkelas adalah suatu kebanggaan tersendiri. Karena dalam motif-motif batik tersebut terkadang tersembunyi sebuah pesan rahasia yang kalian tidak akan tahu kalau itu adalah pesan seorang pembatik.

Penasaran bukan, tetapi tidak semua batik tulis memiliki pesan filosofi tersebut, dan hanya yang masuk dalam jajaran batik klasik yang bena-benar elegan dan mewah.

Bagi para pengamat batik yang sudah puluhan tahun mendalami batik, dalam sekali melihat, mereka pasti akan mengetahui mana batik yang mewah dan benar-benar memiliki karakte dalam setiap lukisan motif batiknya ataupun dari pewanaannya.

Okay, langsung saja perkenalkan, batik tulis motif Ukel Gading.

Seperti yang kalian bisa baca judul diatas, tradisi turun temurun Desa Batik Girilayu. Iya dan memang benar, faktanya, Desa Batik Girilayu memiliki nama besar dalam sejarah batik maupun karakter-karakter batiknya yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Nama Ukel Gading tersebut juga bukan hanya nama, karena sudah turun temurun Batik Girilayu terkenal dengan hiasan atau isen-isen ukel dan cecek yang begitu rapi dan merupakan ciri khas Batik Girilayu itu sendiri.

Dari maknanya kami ambil filosofi bahwa motif tesebut adalah motif ukel yang begitu mahal, seperti gading yang memiliki kekuatan untuk menunjukkan karakter kemewahan batik tersebut. dan benar saja, dalam sekali melihatnya, batik tersebut sudah mampu memikat kita dari auranya.

 

Kembali ke dalam motifnya, motif ukel khas Girilayu yang juga sudah terkenal karena ukel satu langkahnya, maksudnya adalah ukel yang tidak putus ketika membatiknya garis ukelnya. Sebenanya motif keseluruhan batik ini lebih pantas disebut motif Wahyu Tumurun dilihat dari unsur-unsur motif utamanya. Namun, kami ingin lebih menekankan kehalusan ukel dalam batik tersebut.

Selain ukel, karakte cecek yang sangat kecil dan rumit menjadi nilai tambah tersendiri, belum lagi proses pewanaan alam yang kurang lebih membutuhkan puluhan kali proses pencelupan semakin membuat batik ini seperti gading yang begitu mewah dan mahal, selain itu sulit untuk didapatkan.

Warna alam menjadi penegasan tersendirii betapa mewah dan elegan batik ini, warna hitam nila khas jogja, dengan motif yang membeikan filosofi sebuah anugerah kehidupan, tentu saja menjadi nilai tersendiri untuk dipakai.

Dan untuk itulah pemilik batik ini ingin menjual batik tulis tersebut dengan harga yang begitu murah, yaitu 3 juta rupiah. Untuk sekelas batik ini memang harga yang menengah dibandingkan dengan batik lainnya. Namun batik ini memang memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya, jadi harga itu sudah termasuk murah.

Lagipula, pemilik batik ini sudah begitu tua dan ingin mewariskan batik yang sudah disimpannya betahun-tahun. Selain untuk nantinya hasil penjualan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya yang sebatang kara.

Dan mungkin apabila kalian memiliki minat untuk meneruskan sejarah batik tulis ini, kalian bisa contact admin atau datang langsung ke galeri kami untuk lebih jelasnya.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Donasi kalian akan sangat bermanfaat untuk kehidupan orang lain.

Salam Hangat Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Semangat Para Pahlawan Batik dalam Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018 - Indonesian Batik

  2. Pingback: Girilayu dan Giriloyo, Dua Desa Batik Berbeda Dengan Pakem dan Motif yang Berbeda - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *