Pewarnaan Alam dan Citarasa yang Elegan dari Sebuah Batik Tulis

Selamat sore para pengunjung setia Indonesian Batik, yang dengan senang hati akan selalu memberikan update tentang batik tulis dan segala rahasia keindahannya. Kali ini kita akan membahas apa yang membuat batik tulis menjadi sebuah identitas yang mewah dan membanggakan dilihat dari pewarnaan alam dan citarasa yang elegan dari sebuah batik tulis.

Batik tulis dalam hal ini mampu memberikan kesan yang mewah dan elegan untuk dipakai dalam berbagai acara resmi. Dan salah satu yang menjadi faktor utama kemewahan batik tulis itu sendiri adalah pada proses pewarnaannya.

Namun tidak semua proses pewarnaan juga menghasilkan warna yang mewah sekaligus memiliki kesan yang elegan. Hanya pewarnaan alam yang bisa memberikan sebuah aura yang begitu kuat dan begitu memberikan karakter yang elegan. Bahkan ketika batik tulis tersebut masih setengah jadi.

Nah, apa rahasia dibalik itu semua?

Sama seperti ketika proses mencanting, dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk menghasilkan aura yang kuat. Begitu juga ketika proses pewarnaan yang pertama, untuk membeikan warna hitam yang menjadi kesan pertama kita melihat bahwa batik tersebut akan menjadi sebuah batik yang berkualitas atau tidak.

Sebenarnya bukan warna hitam pekat yang menjadi ciri khas batik tulis berkualitas, tetapi warna yang menjurus ke arah biru gelap dan nila. Dan warna tersebut hanya bisa didapatkan ketika proses pewarnaan menggunakan warna yang diperoleh dari bahan alam.

Yang menarik, tidak hanya warna yang memiliki kesan yang mewah di dalam batik tulis itu, tetapi bahkan sampai kepada aroma warna batik tersebut begitu bisa membuat kemewahan itu lebih muncul dengan sendirinya.

Seperti diungkapkan maestro pewarnaan alam yaitu mas Pur, “warna alam lebih memiliki kelas dan kesan yang begitu mendalam di dalam sebuah batik tulis tradisional. Dan ada karakter-karakter tersendiri kita bisa menilainya batik tersebut menggunakan pewarna alam atau kimia” jelas beliau.

Batik boleh memiliki motif yang begitu sulit dan begitu variatif, tetapi tanpa pewarnaan yang baik, maka batik tersebut menjai biasa dan belum memiliki karakter kebatikan itu sendiri. Meskipun hasilnya hampir sama antara pewarna alam dan kimia, namun pasti akan ada yang membedakan.

Ditambah lagi warna alam lebih awet dan lebih tahan lama dibandingkan dengan pewarna kimia, karena beliau sudah mencoba mengubur kain batik yang menggunakan pewarna alam selama kurang lebih 10 tahun, dan hasilnya, hanya kain dan sogan yang rusak, namun warna alam masih mampu bertahan selama itu.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa batik memiliki sebuah kekuatan untuk memberikan kesan yang elegan dan mewah apabila menggunakan pewarna alam. Namun bukan berarti pewarna kimia itu jelek, tetapi batik tulis dengan menggunakan pewarna alam lebih memiliki karakter karena merupakan warisan yang turun-temurun dari leluhur kita.

Terima Kasih Telah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *