Membaca Pesan Mangkunegara VII Kepada Penerus Pemerintahan Kota Karanganyar

Kota Karanganyar, sebuah kota bersejarah sekaligus menjadi kota wisata yang penuh dengan pesona alam dan budaya yang begitu lengkap. Sejak dahulu sudah memiliki sistem pemerintahan yang baik dan turun temurun diwariskan kepada generasi seterusnya. Dan untuk itu, kita akan membaca pesan Mangkunegara VII kepeda penerus pemerintahan Kota Karanganyar.

Kota Karanganyar tidak bisa lepas dari Praja Mangkunegaran karena dari sejarah sampai asal-usul kota Karanganyar melekat kuat dalam sejarah Mangkunegaran. Tidak terkecuali dengan pemerintahan yang baik dan secara turun temurun diwariskan kepada para pemimpin setelahnya.

Seperti beliau Mangkunegara VII yang bergelar Sri Paduka Pangeran Adipati Ario Prabu Prangwadana, yang beliau ketika memutuskan untuk membentuk Kabupaten Karanganyar pada 18 November 1917. Dengan melantik Kanjeng Raden Tumenggung Harjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar yang pertama.

Dalam sambutannya, MN VII memiliki pesan yang dalam untuk membangun Kabupaten Karanganyar agar nantinya menjadi sebuah Kabupaten yang benar-benar menjadi sebuah pencerahan yang baru, seperti namanya.

Berikut sedikit dari sambutan MN VII yang merupakan translate dari naskah tulisan Jawa,

“sapisan, kowe bisao nimbangi kang dadi pangarep-arepku, lestariyo tansah dadiyo tuladhane kanca kalerehanmu ing ngatasing kasetyan, kawekelan, lan kalakuan becik, supaya ora ngucewakke para leluhurmu, kang padha sinebut ulama, lelabuhane gone padha nglakoni pagaweyan nagara. Kang kapindhone, den ngati-yati lan satiti gonmu kajibah rumeksa bawah wewengkonmu, jaganen aja nganti ana wong cilik kekurangan pangan, lan kekurangan sranane pangupa-jiwa, bisa padha sayuk rukun karo kancane desa ing ngreksa, angudiya undhaking patanen lan panggautane, sarta tumangkare ingon-ingone raja-kaya,…. sarta sapira gedhening atiku dene ora kalira enggonku milih kanthi, priyayi kang bisa hamimbuhi tata raharja kaluhurane praja Mangkunegara.”

Sedikit pesan dari beliau MN VII tersebut memberikan sebuah pemahaman yang begitu dalam, bahwa dalam sebuah pemerintahan, sebagai pemimpin harus mampu mengayomi siapa yang berada di bawah kepemimpinannya terutama masyarakatnya. Dan mengayomi tentu saja dalam makna yang baik.

Dalam pesan berikutnya beliau MN VII juga menekankan untuk lebih memperhatikan kondisi rakyatnya, jangan sampai ada yang kekurangan pangan, dan mengharapkan agar mampu membina kerukunan dalam desa-desa yang dipimpinnya.

Namu, apabila kita gali lebih dalam, pesan tersebut ternyata bukan hanya untuk para pemimpin, tetapi juga masyarakat yang juga harus bertanggung jawab, dan taat pada aturan dan tatanan pemerintahan. Agar nantinya tidak terjadi konflik yang bisa merusak tatanan persatuan dan kesatuan.

Selain itu sebagai rakyat kita juga harus bertanggung jawab untuk bersatu padu membangun Kota Karanganyar, bukan hanya songgo uwang dan menunggu pemerintah yang bekerja keras. Dan sudah menjadi tugas kita untuk bahu membahu dan bagaimana bertindak untuk mewujudkan pesan dari beliau MN VII.

Karena dari Kota Karanganyar ini kita bersama akan membuktikan bahwa dengan pemimpin yang baik dan dengan masyarakat yang maik juga akan membawa nama baik negara tercinta kita Indonesia. Teringat sebuah pepatah yang kami selalu ingat.

“janganlah memisahkan apa yang tidak seharusnya terpisah, tetapi satukan apa yang harusnya menjadi satu”

Untuk Bumi Intanpari, Karanganyar, Untuk Negeriku, Indonesia

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *