Sejarah Singkat Asal Usul Kota Karanganyar, Pesona Keindahan Bumi Intapari

Gubrak, hari senin yang sibuk sekali yah, sama, kami juga terlalu sibuk dengan event yang akan diselenggarakan di kota kami tercinta, Karanganyar. Nah, sehubungan dengan itu, kita akan bahas nih bagaimana sejarah asal usul kota Karanganyar, yang memiliki banyak pesona keindahan dan sejarah yang tidak bisa kita lupakan.

Langsung saja ya, perhatikan kakak ya dek… 😀

Semenjak Kerajaan Mataram terbagi menjadi 3 wilayah kekuasaan, yaitu, Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan kemudian Kasunanan Surakarta juga terpecah sehingga muncul Mangkunegaran.

Nah, nama Karanganyar tersebut juga merupakan pemberian dari pendiri Mangkunegaran yaitu R.M Said yang juga dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Dan, karena perjalanan perjuangannya melawan penjajahan Belanda sehingga nantinya muncullah nama Karanganyar.

Namun sebelum itu kita harus mengenal nama Nyi Ageng Karang, beliau adalah istri dari Pangeran Haryo Adipati Diponegoro yang bergelar Herucokro salah seorang putra Pakubuwono I. Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Srilanka, Nyi Ageng Karang kemudian mengasingkan diri di hutan belantara.

Dari sinilah kemudian Nyi Ageng Karang kemudian bertemu dengan R.M Said dan mendapatkan wangsit bahwa kelak R.M Said akan menjadi pemimpin baru yang mengayomi masyarakatnya, dan hutan tempat Nyi Ageng Karang dan R.M Said bertemu tersebut dinamakan Karanganyar.

Sebenarnya lebih dari sebuah wangsit, karena pada masa perjuangan, kita sendiri mengenal betapa hebatnya Pangeran Sambernyawa tersebut. dan kalau kalian belum tahu, nanti kita bahas di lain waktu bagaimana beliau menghancurkan penjajahan Belanda.

Dalam perjuangan R.M Said, beliau mendapatkan petuah filosofi perang dari Nyi Ageng Karang.

Yang pertama adalah dari jenang bekatul, yang ketika dimakan, tidak boleh dari tengah, karena panas. Sehingga, ketika memakan jenang tersebut, R.M Said harus makan sedikit demi sedikit dari tepi hingga akhirnya sampai ke tengah.

Filosofi itu menjadi strategi gerilya R.M Said ketika berperang melawan penjajah Belanda, dan strategi itu menunjukkan bagaimana kehebatan beliau mengobrak-abrik pertahanan Belanda.

Selain menyuguhkan jenang bekatul, Nyi Ageng Karang juga menyuguhkan burung tekukur, yang memiliki arti bahwa R.M Said akan menjadi raja Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegara I. Yang pada akhirnya wangsit tersebut menjadi kenyataan dengan berdirinya Keraton Mangkunegaran.

Sehingga hutan tempat Nyi Ageng Karang, dan R.M Said bertemu dinamakan Karanganyar, yang kurang lebih berarti pencerahan yang baru.

Proses terbentuknya Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebenarnya dimulai dari pemerintahan desa yang dibentuk R.M Said pada masa perjuangan (1741-1757), yang kemudian terbentuk Kabupaten Anom pada 5 Juni 1847 diikuti dengan terbentuknya Kabupaten Karanganyar pada 18 November 1917.

Nah, sekarang sudah tahu kan, Hari Jadi Kota Karanganyar diperingati setiap tanggal 18 November. Dan seperti yang kalian tahu, tahun ini juga akan ada banyak event menarik yang kalian bisa nikmati di Karanganyar, bumi Intanpari dengan begitu banyak pesona yang tersimpan di dalamnya.

So, berkunjung ke Karanganyar adalah suatu keharusan jika kalian ingin pesona wisata yang sekaligus memiliki pesona sejarah yang bisa membuat kalian lupa pulang.

Atau kalian mau bertemu dengan jodoh kalian di Karanganyar? Saingan neh sama admin?

Kita tunggu kedatangan kalian di Bumi Intanpari, Karanganyar.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

3 Comments

  1. Pingback: Membaca Pesan Mangkunegara VII Kepada Penerus Pemerintahan Kota Karanganyar - Indonesian Batik

  2. Pingback: Destinasi Wisata Bumi Intanpari, Pesona Wisata Lengkap dari Karanganyar - Indonesian Batik

  3. Pingback: 5 Kota Batik Pedalaman yang Terkenal Selain Surakarta dan Yogyakarta - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *