Menuju Hari Jadi Kota Karanganyar, Apa Yang Sudah Kalian Lakukan untuk Bumi Intanpari?

Hei..hei..hei..selamat siang menjelang sore di hari yang masih cerah ceria seperti muka admin ketika tidak punya duit sama sekali. Hahaha. Dari judulnya sudah pada tahu ya, kalau kita akan menuju hari jadi kota Karanganyar, lalu, apa saja yang sudah kita lakukan untuk bumi Intanpari ini?

Ada sebuah cerita menarik nih, tentang salah seorang admin kita yang baru saja pulang dari menuntut ilmu di Belandanya Jawa alias Semarang. Ternyata, setelah memiliki KTP, dia tidak pernah memakai hak pilihnya, alias golput. Entah karena alasan apa tapi yang jelas tidak pernah ikut pemilihan-pemilihan begitu (kecuali pemilihan jodoh).

Dan setelah beberapa bulan di kampung halaman, akhirnya untuk pertama kali, dia datang untuk memilih di TPS, lebih tepatnya pemilihan Bupati dan Gubernur yang lalu. Dan kami pun sebagai temen baiknya bertanya,

“tumben?”

Dari pertanyaan pendek itu muncul idealisme dari seorang pemuda yang jawabannya hampir lebih dari 300 kata dan 1 halaman. Kurang lebih begini,

“saya bosan dengan keadaan begini terus, tanpa perubahan, tanpa adanya sebuah gerakan untuk maju dan berubah, karena itu saya ingin merubah wajah Desa ini menjadi lebih baik, menjadi lebih dikenal orang luas.”

Dari beberapa kalimat itu muncul berbagai ide dan petualangan yang kita lalui, dan seperti yang kalian lihat, batik tulis. Salah satu objek yang kita selalu kita ekpose di website kita ini. Iya Desa ini berada di salah satu Kecamatan di Kota Karanganyar, you know lahhh.

Dan kalian sendiri tahu, sebagai objek, batik tulis hanya merupakan benda mati yang menawan, lalu kembali kita berpikir untuk lebih mengenal subjek batik yaitu, para pembatik. Disitulah berbagai cerita, berbagai pengalaman hidup yang seperti membangkitkan neuron otak kiri untuk melakukan sesuatu.

 Lebih tepatnya melakukan sesuatu yang mungkin bisa kita lakukan, menghargai jerih payah para pembatik tulis di Desa ini.

Yang menarik adalah kita tidak pernah bermimpi untuk melakukan sesuatu hal yang ajaib, sesuatu yang instan kita lihat di masa depan. Kita hanya sebatas melakukan sesuatu untuk do something right , melakukan sesuatu yang nantinya bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita. Melakukan sesuatu agar kita bisa saling berbagi kebahagian, meskipun lewat hal yang begitu biasa.

Entahlah, mungkin benar setiap orang akan mencari materi untuk bertahan hidup, dan itu adalah hal yang sangat wajar. Bahkan ada pepatah yang bilang “urip amung mampir ngombe (hidup hanya mampir untuk minum), well, yeah that true.

Tetapi bagi kami, peribahasa itu merupakan sebuah tantangan, bagaimana hidup yang sekedar mampir untuk meminum segelas air itu menjadi berarti. Dan akhirnya datang sebuah pertanyaan kecil,

“mengapa kita tidak berbagi hidup yang segelas air minum tadi untuk orang lain? Kenapa harus meminumnya sendiri sementara mungkin orang lain diberikan jatah yang lebih sedikit?”

Berangkat dari situ, cerita kami untuk memperjuangkan agar ada sedikit perubahan paling tidak di dalam diri kami sebagai generasi muda untuk melakukan perubahan untuk Desa Batik kami, dan untuk Bumi Intanpari, kota sejuta rahasia, Kota Karanganyar.

Dan sebenarnya banyak sekali cerita yang bisa menjadi inspirasi bahwa siapapun kalian, dimanapun kalian, kalian bisa melakukan sesuatu yang keren untuk negeri ini, untuk Indonesia.

Trust Me, You Can Do It !

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *