Bumi Batik Desa Girilayu, Dari Belantara Menuju Kejayaan Bumi Intanpari

Mungkin kalau kita menarik mundur waktu dan kembali beberapa ratus tahun sebelum abad milenial ini, kita akan disuguhi hutan belantara di tempat yang kita tinggali sekarang. Ada sebuah buku menarik tentang satu abad Karanganyar, Dari Belantara Menuju Kejayaan Bumi Intanpari.

Well, bagi kalian yang belum mengerti, Kota Karanganyar memiliki julukan sebagai kota Intanpari. Dan sebagai kota kabupaten, terbagi menjadi wilayah yang begitu luas.

 Kembali ke Kabupaten Karanganyar, dari buku itu kita mampu mengulang kembali cerita sejarah yang sudah ratusan tahun kita lewati. Dan benar pastinya kalau dahulu, daerah di berbagai bagian kabupaten Karanganyar hanya merupakan hutan belantara.

Namun, mungkin sejak zaman Brawijaya V, atau mungkin juga zaman Mangkunegara I mulai menembus hutan belantara tersebut untuk bisa dan mampu menjadi salah satu daerah yang makmur. Perkembangan itu serta-merta memberikan sebuah ruang yang begitu besar untuk lebih berkembang menuju kota yang semakin lebih baik.

Dan bukan hanya itu, dibalik hutan belantara Karanganyar, tersimpan berbagai potensi alam dan budaya yang begitu indah. Tidak diragukan potensi alam dan warisan sejarah dari para pendahulu memberikan sebuah paradigma bahwa bahkan sejak zaman dahulu daerah Karanganyar sudah menjadi kota yang makmur dan tenteram.

Terlebih, budaya yang turun temurun diwariskan dan diajarkan masih tetap lestari bahkan hingga hutan belantara tersebut mulai menjadi sebuah daerah yang penuh hingar-bingar. Termasuk desa kecil di lereng Gunung Lawu, Desa Girilayu.

Sudah berulang kali dibahas, bahwa di desa kecil ini, seni dan budaya batik masih terus dikembangkan dan dilestarikan. Batik menjadi komoditas yang menarik untuk ditawarkan kepada para wisatawan asing yang cenderung lebih tertarik kepada batik tulis daripada wisatawan domestik.

Budaya batik tulis yang akan terus berjuang dari cecek demi cecek lukisan batik, dari sulitnya ukel kehidupan, dari gelapnya latar truntum. Batik tulis akan terus bejuang demi peradaban yang lebih baik. Karena tidak serta-merta materi yang terus menerus dicari, tetapi lebih kepada ketentraman hati yang hakiki.

Datanglah kesini jika ingin melihat nada melankolis para pembatik di sore hari, atau sekedar celoteh anak kecil yang mengaji. Dan mungkin apabila kalian beruntung, eyang-eyang putri akan menyanyi kidung Jawa untuk kita.

Dibalik semua itu, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk ikut berjuang, untuk ikut bertempur memberikan yang terbaik untuk kota kami tercinta, Karanganyar. Memang sedikit yang bisa dilakukan, memang masih hutan belantara yang kita perjuangkan, namun,

Dari Bumi Batik Desa Girilayu, dan Untuk Kejayaan Bumi Intanpari Karanganyar

KAMI TIDAK AKAN PERNAH MAU MENYERAH

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Menuju Hari Jadi Kota Karanganyar, Apa Yang Sudah Kalian Lakukan untuk Bumi Intanpari? - Indonesian Batik

  2. Pingback: Sentra Batik : Bumi Batik Desa Girilayu, dari Belantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *