Membatiklah Untuk Indonesia

Halo, ketemu lagi dengan admin yang bertugas hari ini, yang masih setia dan tidak pernah selingkuh dengan materi yang lain. Dan selalu siap berbagi informasi dan motivasi kepada kalian semua penikmat seni budaya batik tulis di Indonesia. Jadi, ayok deh, membatiklah untuk Indonesia.

Beberapa hari yang lalu kami berkunjung ke sebuah tempat di bawah desa ninja konoha, sebuah tempat yang begitu menarik perhatian kita karena di tempat itulah banyak sekali orang yang membatik.akan tetapi, sedikit kecewa karena ternyata para pembatik adalah orang-orang asing yang belajar membatik di Indonesia.

Mungkin hal tersebut memang hal yang positif untuk perkembangan batik, dan memang benar-benar sangat positif. Ketika para wisatawan asing rela berbondong-bondong untuk belajar membatik, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri tentunya.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah kemana para putra-putri bangsa yang jatuh cinta kepada batik seperti para wisatawan asing tersebut?

Di berbagai tempat sering kita melihat bahwa para sesepuh dan perempuan dengan usia yang tidak lagi muda yang begitu semangat menggenggam canting dan begitu cinta kepada batik. tetapi, sedikit sekali generasi muda yang paling tidak tahu teknik mencanting, atau sekedar bisa mencoret-coret kain mori dengan malam.

Apalagi berbicara tentang batik tulis, akan jarang kita temukan generasi muda yang membatik. Meskipun tetap saja ada meskipun hanya sedikit dan mungkin hanya sebagai syarat tugas atau mata kuliah seni mereka.

Sementara para wisatawan asing berebut belajar bagaimana membatik. Dan bisa saja ketika batik tulis tidak ada yang mampu meneruskan regenerasinya, suatu saat kita yang harus belajar ke luar negeri untuk membatik.

Sangat disayangkan bukan, padahal budaya batik Indonesia adalah sebuah identitas kita sebagai bangsa yang besar dan beraneka ragam budaya. Sebuah bangsa yang mampu menjadi tempat dimana para wisatawan asing berkunjung untuk belajar budaya Indonesia.

Mungkin ketidak pedulian kita akan menjadi bumerang ketika budaya kita diklaim bangsa lain, menjadi kebanggaan bangsa lain. Sementara kita tidak mampu menjaga budaya tersebut dan hanya bisa protes, karena kita tidak mau melestarikannya sebagai putra dan putri bangsa.

Kebanggaan kita bukan hanya pada batiknya, tetapi bagaimana kita mampu menjadi orang-orang atau tokoh di balik batik itu sendiri. Menjadi seseorang yang menerima warisan budaya dan tetap melestarikannya sebagai kebanggaan tersendiri.

dan jangan sampai kita kalah dengan para wisatawan asing yang mereka begitu ingin belajar budaya kita dan datang untuk lebih mendalami budaya batik kita. Karena pada dasarnya sudah menjadi tugas kita untuk lebih berperan aktif di dalam upaya melestarikan batik Indonesia.

Dimulai dari kita sendiri, untuk Indonesia

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *