4 Motif Batik Klasik Pedalaman yang Cocok Dipakai Para Kesatria

Mengenal batik tulis seperti sebuah proses pedekate ketika pacaran, setiap sisi motif dan warnanya harus kita kenal. Selain itu, batik bukan hanya untuk dipakai para perempuan saja. Dahulu para lelaki juga memakai batik yang memiliki pesan dan filosofi yang bersifat kesatria. Dan inilah 4 motif batik klasik pedalaman yang cocok dipakai oleh para kesatria itu.

Motif Batik Klasik Parang

Sebagai yang pertama, motif batik parang menjadi pilihan utama bagi para lelaki yang ingin terlihat lebih gagah dan memiliki kharisma ketika menghadiri berbagai acara resmi. Baik itu digunakan sebagai pakaian atau sebagai wiru.

Namun pemakaiannya juga terkadang harus melihat situasi, seperti ketika acara pernikahan, akan terlihat sedikit canggung apabila menggunakan motif parang apabila dilihat dari filosofinya.

Motif parang yang terkenal adalah motif Parang Rusak, yaitu motif parang ciptaan Panembahan Senopati yang membuktikan bagaimana suksesnya beliau membawa Kerajaan Mataram islam menuu kejayaan.

Selain itu, di dalam karakter pewayangan, beberapa karakter juga disimbolkan memakai motif batik parang sebagai penguat karakter kewibawaan dan kekuatan. Seperti tokoh Pandawa yaitu Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Dengan demikian sudah tidak diragukan lagi bahwa motif batik parang tersebut adalah salah satu yang terbaik untuk dipakai para kesatria dan para lelaki yang ingin memiliki sebuah image bahwa dia seseorang yang kuat dan berjiwa kesatria.

Motif Batik Klasik Satria Wibawa

Yang kedua adalah motif dari Yogyakarta, yaitu motif Satria Wibawa. Dari namanya saja kita sudah bisa menyimpulkan bahwa batik tersebut memiliki karakter yang menggambarkan seseorang yang gagah perkasa dan memiliki perawakan dan perwatakan yang baik dan mulia.

Ditambah lagi, motif Satria Wibawa memiliki pewarnaan khas Yogyakarta yang menunjukkan bagaimana kekuatan yang besar yang tersimpan di dalam batik tersebut. motif belah ketupat dengan empat sudut geometris ini memang terlihat gagah dan elegan untuk dipakai.

Memiliki warna gelap dengan sgan yang tidak terlalu kekuningan semakin menambah energi yang ada pada batik tulis tersebut, dan sekarang mungkin semakin langka untuk didapatkan.

Motif Batik Klasik Kesatriyan

Pengaruh Keraton Yogyakarta seakan-akan menjadi sebuah kode bahwa dalam berpakaian pun mereka harus terlihat memiliki jiwa kesatria. Seperti yang ada di dalam motif batik ini. Motif batik Kesatriyan biasa dipakai oleh para pria di keluarga besar kesultanan.

Selain memberikan kesan yang kuat, karakter kekuatan dan keagungan batik mampu meresap dalam setiap lapisan kehidupan mereka. ditambah lagi berbagai adat yang memang mengharuskan para pria untuk menjadi orang yang mampu memimpin dan memberikan yang terbaik untuk rakyatnya.

Motif Batik Klasik Ceplok Purbonegoro

Kota yang tidak pernah berhenti mengesankan kita dengan motif-motif batiknya, Yogyakarta, kota seribu kenangan. Seperti halnya motif ceplok purbonegoro ini. Di dalam motif geometrisnya terdapat motif garuda geometris yang memiliki latar ceplokan yang juga geometris.

Dengan motif geometris sederhana, batik ini mampu memberikan kesan kegagahan dan kewibawaan kepada para pemakainya. Selain itu, motifnya seperti terlihat memiliki kedalaman tersendiri dan akan terlihat karakter kuat dan bersahaja. Dan batik klasik ini boleh dipakai untuk siapa saja yang ingin memiliki karakter dan jiwa kesatria.

Nah, demikian batik-batik yang cocok untuk dipakai para lelaki yang ingin memiliki kharisma (bukan Nella Kharisma) atau yang ingin memiliki karakter kesatria (bukan kesatria Baja Hitam).

Meskipun semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, namun dari batik-batik tersebut kita mampu mewarisi apa yang benar-benar diwariskan oleh leluhur kita. Yaitu sifat dan sikap kesatria yang harus dimiliki oleh setiap lelaki, meskipun tidak lagi berperang dan tidak lagi harus turun ke medan pertarungan, namun sudah sepantasnya sebagai orang Jawa, selalu mampu melindungi dan membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan mungkin saja kalian para lelaki jomblo (termasuk admin) langsung cuss to the gass untuk membeli atau membuat motif-motif batik klasik ini sebagai bukti bahwa kita lebih dari pantas untuk melindungi gebetan yang akan ditikung. Ha..ha..ha.

Sekian dulu, besok kita ketemu lagi dengan gebetan yang berbeda, dengan batik yang berbeda. tetap jalani kehidupan dengan baik, dan tetaplah memakai batik.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Batik Yogyakarta : Motif Batik Klasik Satria Wibawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *