Sakral dan Mistisnya Warna Hitam Arang Khas Batik Tulis

Hello you, hahaha, sudah patah hati belom hari ini? Jangan deh ya, tetap jaga hati baik-baik untuk seseorang yang menunggumu di sana. There you go, masih tentang petualangan batik, antara sakral dan mistisnya warna hitam arang khas batik tulis Indonesia.

Warna bukan hanya sekedar warna dalam batik tulis, di dalamnya terdapat filosofi yang seolah-olah berpesan kepada kita untuk bagaimana menjalani kehidupan. Selain itu, keindahan kombinasi warna yang ditunjukkan juga begitu memiliki aura yang sakral, tenang, bahkan sampai mistisme.

Bukan terus jadi horor memakai batik loh ya, tau sendiri kuntilanak ngga ada yang memakai batik.

Pembagian wilayah Mataram Islam dahulu menjadi karakter warna batik juga ikut terpecah mengikuti daerah pecahan. Seperti warna sogan yang lebih dominan di Keraton Surakarta dan Mangkunegaran, kemudian warna-warna bledak dan hitam arang yang mewarnai batik Keraton Yogyakarta.

Warna hitam tersebut hanya bisa didapatkan melalui pewarnaan alam yang menggunakan akar dan batang pohon tertentu sebagai bahan pewarnaannya. Daun mangga juga bisa memberikan warna hitam yang dominan apabila menggunakan pencampuran yang pas dengan warna dari bahan alam yang lain.

Nah, warna hitam ternyata memang memiliki pamor tersendiri dalam batik. warna hitam arang yang dipadukan dengan sogan seperti membangkitkan aura sakral batik tulis. Kekuatan warna hitam seperti memberikan kedalaman makna batik.

Warna hitam arang pada batik menurut berbagai sumber bisa diartikan keabadian, yang dimaksud keabadian adalah warna batik itu sendiri yang tidak akan berubah meskipun dalam rentang waktu yang lama. Selain itu, semakin lama batik itu disimpan atau digunakan, maka warna hitam tersebut akan semakin jelas terlihat, bahkan untuk orang awam sekalipun.

Karena di dalamnya akan muncul warna-warna biru yang terlihat bersinar dan membuktikan bahwa warna hitam tersebut merupakan pewarna alam. Sedangkan apabila ktia menggunakan warna kimia, warna biru di dalam warna hitam tersebut tidak akan bisa kita melihatnya.

Dari sumber lain dikutip bahwa, warna hitam arang merupakan lambang jiwa manusia yang kosong, yang polos menghadapi kehidupan duniawi. Sebagai bukti bahwa batik tersebut merupakan simbol ketentraman hati.

Ditambahkan lagi, ada juga yang menyebutkan bahwa di dalam warna hitam itu ada lambang keberanian yang tersimpan di dalam sifat ageng budi pekertinya. Sekaligus kerendahan hati dan jiwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dan banyak kita lihat, kesakralan warna hitam tersebut apabila dipakai untuk acara pernikahan, atau acara-acara keraton yang menunjukkan begitu tingginya wibawa kebudayaan kita . begitu luhurnya budaya batik yang turun temurun diwariskan kepada kita.

Seakan-akan ada aura mistis, aura yang membuat kita merinding bahwa “that’s the power of batik”. Karena selain itu akan menimbulkan rasa haru, rasa bangga memiliki batik tulis dengan warna hitam arang. Dan akan menimbulkan suasana hati yang tenteram, tenang namun tetap memiliki kebanggaan yang tinggi baik kepada budaya batik Indonesia.

Karena tidak semua warna hitam memiliki aura yang sama, tergantung kepada bagaimana pemilihan dan pandangan kita terhadap batik tulis.

Namun sebenarnya kalian semua mampu melihatnya secara fisik, akan ada perasaan haru dan jatuh cinta mendadak dengan warna hitam batik tersebut. Dan itu terjadi secara alami dan tidak dipaksakan. Meskipun begitu,

“batik tulis tidak akan pernah mengkhianati cinta kalian”

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Mengenal Batik Bledak, Pesona Keindahan Batik Tulis Berlatar Warna Putih - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *