Pesona Batik Semarang dan Ribuan Kenangan yang di Kota Lama

Bagi sebagian orang, Semarang selalu memiliki nilai historis yang begitu mahal, terlebih lagi begitu banyak peninggalan bersejarah yang masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Dan kali ini, pesona batik Semarang dan ribuan kenangan di kota lama, akan menjadi awal yang indah untuk besok sebagai hari batik nasional.

Pesona Tugu Muda dengan semangat muda, ribuan pintu Lawang Sewu yang memanjakan mata, dan kenangan indah Kota Tua di semarang yang mampu membius kita menjadi serasa kembali ke masa lalu. Lagipula, admin juga memiliki banyak kenangan di Semarang.

Tetapi hari ini kita akan membahas mengenai batik Semarang, yang sekilas sudah mulai terlupakan, tetapi belakangan ini mulai menunjukkan kembali keindahan seni batik tulisnya. Sebagai salah satu kota pesisir, sudah pasti kebudayaan batik juga sampai di Semarang, namun mungkin tidak sepopuler di kota-kota tetangga seperti Pekalongan, Rembang, Solo, Jogja dan Lasem.

Dilihat dari sejarahnya, Batik Semarang juga mendapatkan pengaruh dari masa perdagangan, dan pengaruh sebagai salah satu kota pesisir pantai utara Jawa yang singgah di kota Semarang. Kemudian apabila dilihat dari berbagai bangunan kota lama, maka sudah bisa dipastikan budaya batik juga telah singgah di Semarang sebelum kemerdekaan, dan mungkin lebih lama lagi.

Namun bukan berarti batik Semarang tidak bagus, Batik Semarang memiliki nilai khas yang berbeda, dan bukan hanya itu, keindahan warna dan pesona-pesona batik Semarang tetap menjadi sebuah pilihan yang istimewa bagi kalian yang ingin memilikinya.

Seperti yang kita ketahui, batik-batik semarang memiliki gaya pesisiran yang memiliki warna-warna yang menarik dan cerah. Motif-motif kontemporer yang dikembangkan para pengrajin batik di Semarang begitu variatif dan inovatif. Ditambah lagi warna-warna dominan semakin membuat pesona batik Semarang menjadi bersinar terang.

Pola motif batik kontemporer Semarang moddern ini mengambil tema minimalis namun tidak menghilangkan berbagai unsur-unsur motif batik di dalamnya. Dan ada juga yangmasih membawa pakem klasik sebagai pilihan dalam motif-motif yang menarik.

Batik Semarang kemungkinan pernah hampir mengalami kepunahan, karena kurangnya generasi penerus para pembatik tradisional yang lebih condong ke kota pedalaman atau kota-kota pesisir yang memiliki masa depan batik tulis lebih baik.

Namun sekarang, pemerintah memberikan perhatian lebih serius untuk batik-batik Semarang. Terbukti, Untuk membangkitkan kembali batik semarang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2005-2010 yang dituangkan dalam Perda Nomor 4 tahun 2005 bahwa Pemerintah Kota Semarang sangat memperhatikan para pengusaha kecil dan menengah (UKM).

Kegiatan pelatihan pengrajin industri kecil batik semarang merupakan salah satu bukti perhatian Pemkot Semarang dalam bidang industri kerajinan kecil khususnya pengrajin batik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dan sekarang dengan berbagai dukungan tersebut kita bisa melihat batik Semarang kembali bangkit dari tidur panjangnya. Selain itu banyak sekali para pengusaha batik yang sudah sukses membangun dinasti batik yang modern namun tetap berbudaya batik.

Seperti Dea Valencia yang menjadikan batik-batik menjadi terlihat elegan dan stylist untuk dipakai baik generasi muda maupun generasi old. Atau Olif Kinanthi yang semakin populer dengan kain-kain batik kontemporer yang berkualitas dan tentu saja, Semarang punya.

Sebagai penutup dari kisah rindu kami kepada Kota Semarang tercinta, kami teringat sebuah kalimat di Semarang

“ora nggo batik, kowe ora keren ndes…”

Terima Kasih sudah Berkunjung

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *