Mengenal Batik Sulawesi, Batik – Batik Kuno Zaman Prasejarah

Sebelumnya Indonesia kembali berduka dengan bencana yang ada di Donggala dan Palu yang diguncang gempa 7,7 sr, dan dengan segala kerendahan hati, kami ikut berdoa agar kota Palu mampu bangkit dan kembali berjuang. Jadi sebagai doa untuk saudara kita yang berada di Pulau Sulawesi, kita akan membuat artikel tentang mengenal batik Sulawesi, batik-batik kuno zaman prasejarah.

Karena Pulau Sulawesi yang begitu luas, kita akan sedikit menyempit kepada batik Minahasa yang ada di Sulawesi Utara. Batik minahasa adalah kain batik yang menggunakan motif tradisional atau ragam hias dari tanah adat Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia.

Dan mungkin sudah mulai dari zaman prasejarah motif-motif batik tersebut sudah mulai dikembangkan. Karena berbagai artefak yang juga sudah memiliki motif -motif geometris yang menarik untuk dilihat dan dikembangkan menjadi batik tulis.

Kain batik sendiri adalah kain yang diproses dengan cara membatik, yaitu membuat motif dengan melakukan perintang warna menggunakan lilin atau malam. Dengan proses batik ini, lalu diangkatlah motif-motif ragam hias bangsa Minahasa.

Minahasa adalah etnis besar (bangsa) yang terdiri dari beberapa sub etnis seperti Tonsea, Tolour, Tombulu, Tountemboan, Tonsawang, Batik, Pasan, Ponosakan, Borgo Babontehu. Dari semua sub etnis yang kemudian menjadi satu kumpulan besar Etnis Minahasa mereka mendiami wilayah teritorial mulai dari Bitung, Minahasa Utara, Manado, Minahasa Selatan, Tomohon, Minahasa Induk, dan Minahasa Tenggara. Semuanya merupakan wilayah tanah adat Minahasa yang menjadi bagian dari Sulawesi Utara.

Batik merupakan motif hias yang dilukis dengan keindahan, Salah satu sumber ragam hias batik Minahasa adalah waruga, yaitu kubur khas wilayah setempat. Kehadiran waruga sebagai satu budaya Minahasa sudah sangat lama.

 Menurut penelitian para arkeolog dari Balai Arkeologi, waruga sudah ada sejak 400 tahun sebelum Masehi.[butuh rujukan] Proses penentuan usia waruga tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pertanggalan karbon, juga dengan membandingkan dengan usia keramik-keramik Tiongkok yang terdapat pada kubur tersebut.

Pada waruga didapati berbagai ragam hias yang khas, antara lain adalah manusia kangkang. Secara umum ada beberapa sumber ragam hias, yakni:

Situs-situs perubakala seperti Waruga.

Tanaman/Tumbuhan (Rerouwan) khas Minahasa seperti tawaang, tuis, gedi, edelweis, dsb.

Hewan (Resouan) seperti burung Manguni, burung pisok, yaki, tarsius dan masih banyak lagi hewan khas Sulawesi Utara di tanah Minahasa.

Geometris (Pakarisan) simbol simbol bentuk garis yang membentuk pola tertentu.

Cerita Rakyat (Sinisilan) merupakan aplikasi ringkasan dari cerita rakyat/dongeng yang berada di lingkungan masyarakat Sulawesi Utara.

Motif –motif geometris, menjadi motif-motif utama yang dilahirkan dari tangan-tangan kreatif pembatik di Sulawesi. Meskipun ada juga motif kontemporer yang menjadi variasi yang menarik untuk budaya batik di Sulawesi.

Seperti yang kita bahas di atas bahwa batik bukan hanya di Pulau Jawa, tetapi ada juga di Pulau Sulawesi. Dan semoga Batik Sulawesi juga semakin mendapatkan tempat di hati para pecinta batik. Dan kita akan terus berharap agar negeri kita tercinta diberikan perlindungan oleh Tuhan agar menjadi negeri berbudaya yang aman dan makmur.

Salam Batik Indonesia

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Batik Sulawesi : Batik–Batik Kuno Zaman Prasejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *