Batik Bermotif Wayang, Dualisme Keindahan Warisan Kebudayaan

Hai kamu yang cantik dan ganteng, semoga selalu dalam lindunganNya dan tetap tersenyum penuh kebahagiaan hari ini. Today, kita masih membahas batik, yang bosen boleh nyari selingkuhan asalkan nanti kalau waktunya menikah balik lagi, nah loh. Batik bermotif wayang, dualisme keindahan warisan kebudayaan.

Dari judulnya sudah bisa kalian tebak, keindahan wayang kulit dan batik, seperti saudara seibu, sama-sama indah dan sama-sama memiliki filosofi di setiap lakon dan motifnya. Dan bagaimana jika kedua kebudayaan tersebut bisa menjadi satu menjadi sebuah kesatuan yang indah?

Mungkin kita sudah tahu bahwa dalam karakter wayang, busana yang dikenakan oleh para tokoh wayang tersebut memakai busana Jawa yang pastinya memakai batik. Dan bukan hanya itu saja, sang dalang pun memakai busana Jawi Jangkep ketika melakonkan para wayang kulit tersebut.

Karena itu sekarang dibalik, banyak motif batik yang mengambil karakter tokoh wayang sebagai motif batik mereka, mengapa?

Karena dalam karakter wayang juga tersimpan berbagai petuah hidup yang secara tidak langsung menjadi motif pendukung dan penguat filosofi batik tulis yang dibuat. Memang, kesulitan ketika membuat motif wayang menjadi nilai tersendiri, terutama detail dan lekuk karakter wayang yang sulit dan cenderung rumit.

Namun, bukan Indonesia namanya jika tidak mampu melakukan sesuatu yang berada diluar batas imajinasi kita sebagai penikmat batik, motif-motif wayang menjadi sesuatu yang begitu indah di balik latar batik tulis.

Biasanya, batik yang memiliki karakter wayang akan menggunakan latar truntum maupun kawung sebagai pendukung agar lebih terlihat klasik. Dan berbagai motif alas-alasan sebagai penyeimbang dalam motif batik wayang kontemporer.

Sedangkan karakter yang biasanya digunakan dalam motif batik tulis adalah Prabu Kresna, tokoh-tokoh pandawa, Arjuna, dan banyak lagi karakter wayang yang memiliki kesan yang baik untuk lebih memberikan karakter kepada batik tulis wayang yang dibuat.

Kedua budaya tersebut seperti saling mendukung dan melengkapi hasil dari cipta, rasa dam karsa manusia yang tersepuh dalam kain batik, maupun lakon wayang yang penuh filosofi. Selain itu, perkembangan motif batik wayang masih layak untuk ditunggu karena mungkin belum banyak yang mencoba untuk mengeksplore motif batik wayang.

Dan mungkin memiliki prospek yang begitu besar karena begitu banyaknya fans budaya wayang kulit maupun batik itu sendiri.

Untuk itu, kami semakin bangga dengan adanya dualisme yang saling mendukung satu sama lain agar kebudayaan Indonesia tersebut maju lebih pesat lagi ke depannya.

Dan kami tidak akan berhenti di sini, untuk itu tetap support kami untuk mengembangkan budaya Indonesia sekaligus melestarikan budaya Indonesia.

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca. Salam Budaya.

Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Batik Indonesia : Batik Bermotif Wayang, Dualisme

  2. Pingback: Perlu Tahu, Ajian dan Kesaktian yang Dimiliki oleh Karakter Wayang Kulit - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *