Adakah Budaya Batik pada Zaman Kerajaan Majapahit ?

Kerajaan Majapahit adalah salah satu bagian dari sejarah gemilangnya kekuasaan Nusantara pada zaman dahulu kala. Pengaruh perdagangan dan pelayaran menjadi alasan semakin berkembangnya Nusantara dan Kerajaan Majapahit. Yang akhirnya menimbulkan pertanyaan, adakah budaya batik pada zaman Kerajaan Majapahit?

Pertanyaan itu secara tidak langsung menimbulkan rasa penasaran, apakah batik sudah begitu berkembang pesat di sebuah Kerajaan yang begitu terkenal sampai berbagai daerah?

Melihat begitu berkembangnya budaya dan perdagangan pada zaman Majapahit, maka sudah dapat kita simpulkan dengan pasti adanya kebudayaan batik yang hidup pada masa tersebut.

Selain itu, dari peninggalan sejarah, ditemukan di antaranya, alat tenun dan alat pemintal benang yang kini tersimpan di Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Yang mendukung bahwa sudah ada budaya menggunakan kain sebagai busana dalam kehidupan sehari-hari.

Ditambah lagi, dalam prasasti Madawapura sebelum abad ke 16, juga disebutkan tentang kesibukan masyarakat di zaman itu telah memproduksi kain (abhasan) serta pebuatan pewarna kain (amaranggi). Yang juga ikut menjelaskan bagaimana kebudayaan zaman Majapahit sudah sangat maju.

Batik Majapahit memiliki banyak corak dan motif. Selain Surya Majapahit, yang notabene simbol kerajaan Majapahit, ada motif buah Maja. Konon, buah Maja inilah yang membuat raja pertama kerajaan Hindu terbesar di Asia Tenggara ini, Raden Wijaya, memberi nama wilayah tersebut Majapahit.

Dan mungkin juga masih menjadi pertanyaan bagaimana warna dan bentuk motif yang ada dalam batik Majapahit. apakah seperti yang kita lihat dalam film-film kolosal yang menceritakan tentang Kerajaan Majapahit?

Berdasarkan pengamatan, Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindhu terbesar di Asia Tenggara saat itu, dan banyak sekali perdagangan maupun hubungan dengan para pedagang Hindu yang berasal dari India dan sekitarnya.

Dan melihat dari sejarah itu, motif klasik yang merupakan pengaruh dari India adalah motif geometris, yang merupakan motif pengulangan dan berbentuk abstrak. Seperti simbol-simbol yang melambangkan keadaan saat itu.

Pengaruh Hindu dalam motif batik juga masih terasa sampai saat ini, namun, memiliki makna dan filosofi yang berbeda karena masuknya Islam yang membawa budaya baru di Nusantara. Dan di negara seperti Thailand yang mungkin juga mewarisi kebudayaan Majapahit yang masih dipertahankan sampai saat ini.

Dan sekarang, di sebuah Kota  di Jawa Timur yaitu Mojokerto, yang dahulu juga pernah menjadi ibukota Kerajaan Majapahit, mencoba mengungkap kembali bagaimana motif batik Majapahit tersebut.

Motif yang mereka buat biasanya merupakan motif dari lambang Majapahit atau Surya Majapahit, dan juga sulur mojo yang merupakan pengembangan dari pohon maja yang begitu bersejarah. Motif-motif ini mungkin bukan warisan asli dari kerajaan majapahit, namun semangat dan tekad mereka untuk kembali membangkitkan motif batik Majapahit menjadi sebuah nilai tersendiri.

Dan sekaligus sebagai pengingat bagaimana dahulu begitu perkasanya Kerajaan Majapahit di Bumi Nusantara. Seharusnya dengan sejarah yang begitu megah, kita sebagai generasi penerus, mampu lebih bangga akan kebudayaan batik yang telah turun temurun diwariskan.

Semoga dengan adanya para pengrajin batik di mojokerto ini menjadi sebuah prasasti tersendiri bagi kebudayaan batik tulis di Indonesia.

Tetap Semangat Membatik, dan tetap Cintai Kebudayaan Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *