10 Batik Tulis yang Berharga dalam Sejarah Kehidupan Ibu Ani Bambang Yudhoyono

Hai penduduk dunia maya yang sedang berselancar mencari sesuatu yang menarik untuk dibaca. Karena kita banyak membahas batik tulis, kita akan mencoba memberikan tambahan wawasan sekaligus bacaan yang menarik untuk kalian. Untuk itu, hari ini, 10 batik tulis yang berharga dalam perjalanan hidup istri dari beliau Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, sudah tahu dong pastinya.

Ibu Ani adalah salah satu dari sekian banyak pecinta batik dan juga begitu dekat dengan batik. bahkan beliau juga menulisbuku yang berjudul “Batikku – Pengabdian Cinta Tak Berkata”, yang kali ini juga menjadi referensi kami mengetik artikel.

Tentang Ibu Ani kita bahas lain waktu, sekarang kita langsung menuju 10 batik tulis yang menjadi sksi bisu sejarah perjalanan kehidupan beliau. Let’s go dari yang pertama,

Kawung Dwi Warna [ Surakarta ]

Beliau memakai batik ini pada hari akad nikah beliau dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono 30 Juli 1976. Selain kesederhanaan dan keindahan yang terpancar dari motif kawung ini, batik ini juga spesial karena merupakan pemberian dari ibunda Ibu Ani.

Di dalam motif kawung ini memiliki makna lambang kesederhanaan dan kewibawaan sekaligus kepada pemakainya.

Sido Asih [ Surakarta ]

Dikutip dari buku, pola batik Sido Asih diciptakan untuk mengagungkan cinta kasih antara dua insan manusia. inilah sebuah ungkapan tertinggi mempelai perempuan kepada tautan hatinya.

Ibu Ani memakai batik motif Sido Asih pada hari pernikahannya.

Semenan Sido Asih

Batik ini menurut Ibu Ani adalah warisan dari Eyang Kakung, kain batik ini berusia lebih dari 80 tahun dan tidak ternilai historisnya bagi beliau. Dengan harapan bahwa budi yang luhur akan terus turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi.

Udan Liris [ Jogyakarta ]

Sudah sering mendengar salah satu motif batik langka ini?

Benar sekali, Ibu Ani juga memiliki satu motif Udan Liris yang juga dari pemberian ibunda beliau. Menurut beliau, batik ini baginya adalah pengharapan bagi orang yang beliau cintai agar selamat sejahtera, tabah dalam menunaikan tugas mulia untuk nusa dan bangsa.

Semen Romo Merak Sinanding [ Surakarta ]

Batik ini terkenal memiliki kerumitan yang tinggi, sehingga saat inimungkin akan jarang kita temukan.

Motif ini melambangkan Gunung Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, pola ini mengandung pengharapan agar kita mampu menjaga alam dan lingkungan sekitar yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menurut Ibu Ani, batik ini adalah koleksi pribadi dari almarhumah Ibu R.E Martadinata yang kemudian diberikan kepada Ibu Ani melalui putri dari Ibu R.E Martadinata.

Garutan Parang Cantel

Kain batik ini adalah salah satu kegemaran beliau, dan kenang-kenangan dari bumi Priangan yang indah. Diperkirakan koleksi Ibu Ani ini berasal dari tahun 1960 dan pada umumnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan resmi.

The Tie Siet [ Pekalongan ]

Nama The Tie Siet adalah salah seorang tokoh batik peranakan yang sangat dihormati sebelum kemerdekaan, ciri batik The Tie Siet adalah motif buketan di atas latar polos dan pinggiran gaya art deco.

Dan merupakan koleksi pribadi Ibu Ani Yudhoyono karena nilai historis dan dan menyimpan begitu banyak cerita.

Ukel Kanthil Lung-Lungan [ Surakarta ]

Kerumitan motif geometris yang berulang menjadi karakter utama dari motif batik ini, belum lagi cecekan yang begitu rapat dan rapi menambah kesan mewah dan elegan dengan warna sogan Surakarta.

Dan saat ini sudahmenjadi sangat langka karena motif batik kontemporer kebanyakan memilih motif yang mudah dan lebih cepat untuk dibuat. Dan ini menjadi salah satu koleksi menarik Ibu Ani.

Truntum Simping Mas [ Surakarta ]

Tidak lengkap kalau belum menyebutkan salah satu motif menarik, motif truntum ini memiliki unsur motif yang lain yang melereng dan geometris rapi bernama simping mas. Motif truntum dan motif geometris ini saling melengkapi dan menambah keindahan dari salah satu koleksi Ibu Ani.

Merak Sinanding Banyumasan [ Banyumas ]

Motif batik ini sekarang sangat jarang sekali dibuat karena detail motif dan ketelitian yang sangat tinggi. Dan koleksi ini menjadi salah satu yang sangat berharga bagi Ibu Ani Yudhoyono. Motif ini jelas melambangkan gambar sempurna dari burung merak yang cantik berada dalam latar bunga dan garis-garis tipis.

Begitulah 10 motif yang menjadi koleksi dari Ibu Ani, karena sebenarnya ada 29 motif yang juga mendapat tempat istimewa di hati Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Dan di dalam bukunya beliau mempersembahkan buku “Batikku – Pengabdian Cinta Tak Berkata” kepada cinta dan pengabdian para pembatik di negeri kita tercinta Indonesia ini.

Sebuah inspirasi bagi kita dari beliau untuk tetap melestarikan dan mengembangkan budaya batik tulis agar nantinya generasi selanjutnya akan menyimpan cerita kita tentang batik yang menjadi saksi sejarah bahwa kita pernah berjuang untuk keluhuran batik tulis Indonesia.

Sekian dulu, nanti kita lanjutkan lain waktu, semoga bisa menambah wawasan dan menambah cinta kalian terhadap batik tulis Indonesia.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article, Tokoh Batik and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *