Batik Tulis Desa Girilayu, Mengagumi Klasiknya Batik Motif Garuda Pengalasan

Sugeng dalu, selamat petang mitra olahraga, sudah minum kopi apa belum hari ini, minum dulu nanti gila loh. Karena kita masih tetap akan membahas batik-batik dari segala penjuru Indonesia, tanah air kita ini. Dan, karena sebentar lagi, kita juga akan memperingati hari batik nasional, kita mau pamer batik tulis desa Girilayu dengan tema mengagumi klasiknya batik motif Garuda Pengalasan.

Dari namanya saja sudah keren, begitu juga dengan batiknya. hasil karya para pengrajin batik Desa Girilayu ini memang terbilang istimewa, karena dari motifnya sendiri memiliki unsur yang lengkap sebagai batik kontemporer meskipun memiliki tema klasik.

Tema klasik terlihat dari dominannya warna sogan yang berkombinasi dengan warna hitam. Warna khas sogan ini memberikan identitas bahwa warna klasik masih tetap diminati oleh para kolektor maupun pecinta batik tulis.

Beralih kepada motifnya, unsur utama batik tulis ini adalah burung garuda yang digambarkan memiliki ekor yang panjang dan memanjang setengah lingkaran mengitari ekor dan sayap unsur burung tersebut. motif garuda terlihat berbeda karena motifnya terlihat seperti memiliki mahkota.

Yang menarik, motif ini juga memiliki unsur meru atau gunung dalam motifnya yang digambarkan berhadap-hadapan atas dan bawah. Unsur meru secara tidak langsung menambah makna batik tulis tersebut, nanti akan dijelaskan di bawah.

Sebagai unsur pelengkap, ada berbagai motif daun dan sejenis kembang turi yang menambah gemerlap klasiknya motif batik tersebut. Unsur alas-alasan ini selain sebagai penunjang unsur utama, juga sebagai latar dari batik tersebut.

Langsung menuju bagian filosofi deh, kalau bosen bilang ya, jangan ngilang kaya gebetan. Hahaha.

Dari burung garuda sebagai unsur utama bahwa setiap manusia harus memiliki cita-cita dan pengharapan yang tinggi. Agar nantinya bisa terbang tinggi mengangkasa seperti burung garuda.

Daru unsur meru sebgai lambang bahwa manusia harus selalu ingat kepada Sang Pencipta, dengan terus berharap berkah dan anugerah dari setiap doa yang kita panjatkan, karena hubungannya langsung kepada Tuhan dan kita akan kembali kepadaNya suatu saat nanti.

Dari motif alas-alasan melambangkan kita sebagai manusia harus memiliki rasa cinta kasih dan peduli kepada alam sekitar kita, tidak hanya sesama manusia, tetapi juga kepada sluruh makhluk hidup yang juga tinggal di bumi ini.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa dari motif Garuda Pengalasan ini adalah hubungan segitiga yang menjadi titik kehidupan manusia dalam alam semesta yang sangat luas ini.

Dan dalam kehidupan kita harus memiliki semangat untuk terus berbenah agar kehidupan kita menjadi lebih baik, dengan tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kalian bisa ambil kesimpulan sendiri betapa arif dan luhurnya kebudayaan batik Indonesia, karena selalu ada makna tersembunyi di balik keindahannya. Dan itu menjadi sebuah rahasia yang kita sendiri harus belajar menerjemahkannya.

Sekian dulu sekilas cerita dan sinopsis tentang batik Garuda Pengalasan ini, semoga bisa menambah wawasan dan khasananh budaya batik tulis Indonesia, dan tidak lupa, terima kasih banyak telah meluangkan waktu membaca.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *