Pengaruh Daerah Pesisir Sebagai Tempat Perdagangan dan Perkembangan Batik Tulis

Hey Hoo… Selamat sore kalian semua terutama yang masih single, dapet salam dari jodoh di masa depan. Wkwkwk. Hari ini masih mengenai batik tulis, iya lah, kan Indonesian Batik judul lagunya, hehehe. Kita mau piknik ke daerah pesisir pantai yang dahulu menjadi pelabuhan-pelabuhan perdagangan dan mungkin sampai sekarang masih kita temukan. Lalu adakah hubungan daerah pesisir dengan tempat perdagangan dan perkembangan batik tulis?

Sebelumnya kita berikan sedikit contoh daerah pesisir yang sejak zaman dahulu telah menjadi jalur perdagangan. Dan beberapa diantaranya adalah di Pulau Jawa seperti, Cirebon, Pekalongan, Tegal, Semarang, Jepara, Rembang, dan Tuban.

Berbagai daerah yang kita sebutkan diatas merupakan daerah yang juga memiliki peradaban budaya batik tulis, dan sering kita sebut sebagai batik pesisiran. Karena selain komoditas rempah-rempah dan berbagai hasil bumi yang melimpah, percampuran budaya juga kerap terjadi.

Kesenian dan kebudayaan Jawa yang sudah lebih maju menarik perhatian para pedagang asing untuk ikut mempelajari dan memberikan pengaruh budaya yang baru hasil dari percampuran budaya tersebut. dan batik tulis yang mungkin juga sudah sejak dahulu sudah ada di pulau Jawa, mendapatkan berbagai pengaruh budaya yang membuat batik ikut berkembang pesat.

Perkembangan kota bandar atau kota pelabuhan tersebut menjadikan berbagai pedagang asing yang berdagang ikut melihat bagaimana keindahan budaya batik tersebut. dan ketika pada abad ke-19 bermunculan banyak pengusaha yang berdarah campuran di kota besar di pesisir utara.

Para pedagang tersebut menetap dan menjadi pengusaha lokal. Dan dari mereka muncul batik-batik tulis yang khusus dirancang untuk pasar asing. Rancangan ini tetap dikerjakan oleh para pengrajin batik lokal dan berbagai motif yang berupa lambang-lambang asing menjadi ciri khas daerah pesisir tersebut.

Sebut saja batik mega mendung cirebon, batik Hokokai dan lain sebagainya. Masing masing daerah mengembangkan motif batik yang merupakan percampuran antara budaya asing dan juga budaya asli Nusantara.

Diantara berbagai kebudayaan asing masing-masing memberikan pengaruh kepada perkembangan batik tulis motif di pesisiran.

Pedagang Eropa memberikan pengaruh berupa motif buketan dan juga motif-motif tokoh dongeng anak seperti Cinderella, Putri Salju, dan Topi merah dan Serigala yang saat itu masih begitu terkenal di Eropa.

Pengaruh Tiongkok ada pada motif burung Phoenix, kupu-kupu dan naga yang memberikan sebuah filosofi untuk kemakmuran bersama. Dan menjadi berbagai trend baru di daerah pesisir yang menjadikan berbagai motif batik mereka lebih bervariatif.

Pengaruh India terletak pada motif geometris dan sebagian besar motifnya abstrak, namun masih memiliki filosofi di setiap unsur motif batiknya.

Corak dan gaya baru budaya batik tulis di pesisiran ini tidak mengubah karakter batik pesisiran, hanya motif-motifnya yang semakin bervariasi dan semakin memiliki seni keindahan yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang.

Dan itu berarti pengaruh kebudayaan tersebut menjadikan khasanah budaya batik semakin maju, semakin memiliki cerita di dalam perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena begitu banyak daerah pesisir yang memiliki unsur motif dan warna yang berbeda, dan tidak hanya beberapa kota pesisir di atas, banyak sekali di Indonesia daerahpesisir yang memiliki batik-batik bersejarah yang mendapatkan pengaruh dari perdagangan.

Dan kita sebagai generasi yang mendapatkan warisan kebudayaan itu sudah semestinya untuk ikut berusaha lebih memperkenalkan dan lebih mengembangkan batik tulis agar semakin berjaya, semakin terkenal untuk Batik Indonesia yang lebih baik lagi.

Sekian dulu pembahasan kita mengenai batik tulis pesisir, semoga bisa menambah wawasan dan menambah kesempatan untuk ikut berdedikasi dalam perjalanan batik tulis.

Terima Kasih Sudah Membaca.

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Pesona Batik Semarang dan Ribuan Kenangan yang di Kota Lama - Indonesian Batik

  2. Pingback: Batik Betawi dan Simbol Kejayaan Peradaban Budaya Batik Pesisiran di Kota Batavia - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *