Batik Tulis Sudah Indah Sejak Sebelum Menjadi Batik

Seperti yang kita tahu, batik merupakan sebuah seni budaya yang sudah indah sejak zaman dahulu kaa. Bukan hanya keindahan seni budayanya, tetapi juga keindahan karakter manusia yang menjadikan batik tulis menjadi lebih indah. Bahkan beberapa orang mengatakan, batik tulis sudah indah sejak sebelum menjadi batik tulis.

Kalimat itu berusaha menjelaskan kepada kita, dalam proses pembuatan batik tulis, semua karakter kehidupan manusia bisa menjadi motif yang indah. Dan dalam urutan-urutan perjalanan pembuatan batik tulis, masing-masing memiliki keindahan tersendiri.

Keindahan dalam seni budaya juga sudah terlihat sejak proses nglowong, sedangkan proses pelekatan malam pada satu sisi kain disebut ngengreng. Yaitu, proses pelekatan malam pada kain mori yang sebelumnya telah melalui proses nyoret atau memberikan motif.

Setelah selesai ngengreng, proses merekatkan malam tahap kedua yang bertujuan untuk mempertegas motif yang akan dibuat disebut nembok. Dan malam yang digunakan biasanya lebih liat dan kuat melekat pada kain.

Sejak proses ngengreng dan nembok tersebut, keindahan batik tulis sudah bisa kita lihat. Bahkan ada yang lebih memilih hasil dari proses ngengreng dan nembok daripada batik tulis yang sudah jadi.

Walaupun belum memasuki proses pewarnaan, batik tulis tersebut memiliki lekukan-lekukan detail yang berbeda sesuai dengan karakter berbagai pengrajin batik tulis. Dan biasanya, seorang ahli pada satu motif akan tetap menggunakan pakem keahliannya untuk mengembangkan motif lain.

Lekukan keindahan tersebut yang mampu menarik mata kita untuk melihat bagaimana berbagai pola geometris maupun non geometris mampu menjadi sebuah karya seni keindahan.

Beralih ke dalam karakter keindahan para pembatik.

Membatik tidak terlalu membutuhkan keahlian, karena bahkan simbah kita yang sudah sepuh bisa membatik, yang diperlukan adalah kesabaran, dan ketelitian. Karena dari kedua hal itu yang jarang kita jumpai dari generasi muda untuk ikut terjun membatik.

Eyang atau simbah kita yang sudah sepuh lebih memiliki kesabaran untuk duduk berlama-lama di depan gawangan batik dan bernyanyi lagu gambuh. Tidak banyak yang memiliki integritas untuk terus membatik, untuk tetap membatik meskipun terkadang penjualan batik akan sangat sulit.

Misi mereka adalah melahirkan sebuah karya seni keindahan yang membuat mereka bangga bahwa batik tulis masih eksis sebagai salah satu hasil kebudayaan yang indah. Tanpa mereka menyadari bahwa sebenarnya proses mereka membatik sendiri adalah sebuah keindahan, sebuah inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk ikut memperjuangkan lestarinya batik tulis Indonesia.

Jadi kalau bukan kita sebagai penerus generasi keindahan tersebut, siapa lagi?

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *