Desa Wisata Batik Tulis Girilayu yang sedang Berjuang dalam Peradaban Dunia Modern

Selamat petang para penduduk sosial media, kembali lagi dalam acara dunia dalam berita tentang desa wisata batik tulis Girilayu yang sedang berjuang dalam peradaban dunia modern. Memiliki alam dan budaya yang menarik, dan menjadi area wisata yang belum dikembangkan memberikan Desa Girilayu kesempatan untuk mengembangkannya.

Namun.

Di Desa Girilayu sendiri, ruang lingkup pariwisata sepertinya masih belum maksimal dikembangkan. Terutama dalam hal wisata budaya dan wisata alamnya. Kurangnya sumber daya manusia yang mau berjibaku untuk membangun desa dan memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan dari potensi wisata yang begitu besar menjadi salah satu problem yang muncul.

Selain itu kurangnya modal dan investasi kepada berbagai ide kreatif pariwisata juga masih tidak terasa pemanfaatannya.

Melihat lebih jauh ke kota malang yang berhasil menjadi kota destinasi wisata yang begitu besar, yang begitu menarik perhatian seharusnya memberikan sebuah inspirasi untuk bagaimana Desa Wisata Batik Girilayu mulai dikembangkan.

Namun, lagi-lagi kebanyakan masyarakat hanya melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, mencari keuntungan sendiri, atau hanya sekedar “bodo amat” dengan Desa Wisata ini, toh mereka juga masih bisa makan.

Ini yang menjadi problem, yang menjadi masalah bahwa sedikit sekali kesadaran untuk bagaimana menjadikan Desa Batik Girilayu benar-benar memiliki gaungnya. Tidak hanya menjadi gerbang tanpa tujuan yang mungkin para wisatawan hanya akan melihat gerbang wisata itu sebagai gerbang, bukan tujuan wisata.

Meskipun begitu, tidak semua memiliki paradigma yang seperti itu, apabila ditelusuri, banyak sekali yang memimpikan keberhasilan Desa Wisata Batik Girilayu ini. Banyak yang mati-matian berpikir, bagaimana dengan modal seadanya mereka berusaha mewujudkan Desa Wisata ini.

Di zaman dunia modern saat ini, sudah pasti memperjuangkan batik tulis seperti menanam pohon jatidi tanah gersang. Membutuhkan waktu yang lama dan proses yang terus menerus untuk tumbuh dan berkembang, karena harga mahal sebuah batik tulis akan dipahami sebagai salah satu hasil budaya yang memang benar-benar mahal.

Namun, ada sebuah pepatah Jawa “sopo nandur bakal ngunduh” yang berarti “apa yang kita tanam itu nanti yang akan kita petik hasilnya nanti”.

Karena sekarang kita sedang menanam benih pohon jati, maka nantinya kita juga akan mengunduh pohon Jati tersebut. Sebagai hasil kerja keras dan sebagai perwujudan dari Desa Wisata Batik Girilayu. demi tercapainya sebuah mimpi dan cita-cita mengembangkan Desa Girilayu sebagai tanah kelahiran kami.

Terima Kasih

Salam Hangat Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *