Batik – Batik yang Biasa Digunakan dalam Acara Paningsetan Pernikahan Jawa

Halo para calon pengantin, bulan ini banyak sekali acara “njagong” dan acara resepsi pernikahan yang diadakan sepertinya. Terbukti dengan banyak nya undangan yang ada di meja kerja dan juga banyaknya request untuk batik motif tertentu yang digunakan dalam acara pernikahan. Nah, untuk itu kali ini kita akan kasih tahu batik-batik yang biasa digunakan dalam acara paningsetan pernikahan Jawa.

Sayang, ga ada undangan mengajak menikah gitu ya, ughh

Bagi kalian yang belum tahu, paningsetan sendiri adalah salah satu bagian rangkaian upacara pernikahan adat Jawa, istilah kerennya seserahan. Lebih jelasnya, paningset ini adalah berbagai barang yang diberikan oleh pihak calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita sebagai bentuk kesanggupan seorang lelaki untuk mencukupi kebutuhan hidup calon istrinya nanti.

Semoga nanti calon istri ngga’ minta helikopter sebagai ongkos seserahan deh

Sebenarnya ada dua model seserahan atau paningsetan yang ada dalam upacara pernikahan Jawa, namun kita bisa bahas lain waktu. Namun pada umumnya meliputi 3 hal yang istilahnya harus ada sebagai bagian dari upacara seserahan ini, yaitu arto, busono, boga.

Arto itu berarti uang sebagai simbol bahwa calon suaminya nanti mampu untuk menghidupi calon istrinya, bukan berkaitan dengan kesetaraan harga uang dengan wanita. Uang ini juga berfungsi untuk membantu pihak mempelai wanita menyelenggarakan resepsi pesta pernikahan. Jumlahnya relatif dan cenderung tergantung kemampuan.

Kalau mampu 100 juta alhamdulillah, kalon ngga’ yaa 200 juta cukup deh, hihihi

Boga berarti makanan, yang jenisnya biasanya merupakan makanan khas daerah. Untuk pernikahan adatJawa biasanya menggunakan makanan lengket seperti ketan, wajik, jadah, dan lain sebagainya. Biasanya juga ditambah berbagai buah-buahan dan kue basah sebagai pelengkap.

Jangan minta yang aneh aneh seperti pizza dan hamburger, apalagi spaghetti, ga ada

Busono, nah ini yang penting, busono atau sandangan alias busana alias pakaian. Komponen ini sebagai salah satu yang penting dalam konsep sandhang pangan papan. Yang intinya sebagai bentuk kemampuan mempelai pria untuk memberikan kelengkapan hidup di dunia nantinya.

Dalam kehidupan Jawa zaman dahulu, busana utama yang dipakai adalah batik tulis beserta berbagai kelengkapannya. Dan ada tiga batik yang bisa menjadi pilihan untuk acara seserahan ini, yaitu

Batik Truntum

Batik tulis ini melambangkan kehidupan cinta yang terus tumbuh dan terus bersinar. Batik yang bercorak kembang tanjung ini menjadi pengingat bahwa hanya ada dua model kehidupan yang kita jalani yaitu “padhang” dan “peteng”, terang dan gelap. Filosofinya yaitu agar nantinya kedua mempelai mampu melewati gelap dan terangnya kehidupan bersama-sama dan mampu saling menerangi di dalam kegelapan maupun kesulitan.

Cieee, orang Jawa tuh paling keren kalau membuat filosofi, jan tenan

Batik Satria Manah

Sebenarnya batik ini tidak diberikan keada calon mempelai wanita, karena batik ini dipakai oleh mempelai laki-laki sebagai simbol bahwa dia akan memanah hati calon istrinya. Seperti arjuna yang memanah hari supraba.

So swit bianget sih, hahaha

Batik Motif Semen Rante

Nah kalau yang ini dipakai oleh mempelai perempuan, sebagai lambang bahwa sang perempuan telah sanggup dan mau untuk diikat dalam sebuah ikatan perkawinan. Biasanya pada malam midodareni, perempuan akan terlihat lebih cantik dan lebih anggun dengan memakai batik ini.

Soalnya sering dokumentasi pas midodareni, jadi tahu, gitu

Batik Wahyu Tumurun

Batik ini juga bagus untuk diberikan kepada mempelai wanita mengingat biasanya dipakai untuk acara siraman besoknya setelah upacara paningsetan ini. Melambangkan anugerah dan berkah Tuhan Yang Maha Esa untuk menempuh bahtera kehidupan berkeluarga nantinya.

Sotau, kek udah married aja luh tatakan mouse

So that’s it, batik-batik yang biasa dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa. Iya sih, penulis juga belum menikah, bukan bermaksud sok tahu, tetapi karena banyak berkutat dengan perbatikan, jadi ya mau tidak mau harus belajar dan berbagi agar semua bisa mengetahui bagaimana istimewanya kebudayaan Indonesia.

Dan tahukah kalian, ada dua kelengkapan batik dalam acara paningsetan yang juga harus ada loh, namanya stagen dan sindur, penasaran? Besok aja..wek..wekkk..wekk..

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca, salam hangat dari yang belum menikah, eh salah..

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Mengapa Banyak Orang Yang Menikah di Bulan Besar dalam Penanggalan Jawa? - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *