Menantikan Anugerah dari Yang Maha Kuasa dengan Motif Batik Wahyu Tumurun

Dalam lakon pewayangan, kita seringkali mendengar tentang lakon yang memiliki tema wahyu, misalnya Wahyu Makutharama, Wahyu Panca Tunggal, Wahyu Senopati, dan lain sebagainya. Nah, ada satu juga yang dimiliki oleh motif batik tulis, Wahyu Tumurun yang kurang lebih berarti menantikan anugerah dari Yang Maha Kuasa dengan motif batik Wahyu Tumurun.

Kata wahyu sendiri sebenarnya merupakan sebuah anugerah yang turun dari Yang Maha Kuasa untuk seseorang yang begitu taat kepada Tuhan. Memiliki kepribadian yang baik, dan benar-benar mempunyai sebuah keistimewaan dalam sikap dan sifatnya.

Tetapi, wahyu ini berbeda dengan yang dalam agama islam hanya diterima para Nabi. Meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Dan juga mengingatkan manusia untuk selalu ingat kepada Sang Pencipta.

Dan dalam konteks pewayangan ataupun batik tulis, kata wahyu memiliki pembahasan yang lebih sempit, yang berarti sebuah pengharapan anugerah dan berkah dari Yang Maha Kuasa untuk setiap orang yang mau berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dan orang Jawa memberikan pesan atau wejangan itu ke dalam batik motif Wahyu Tumurun, yang secara harafiah berarti turunnya wahyu, turunnya anugerah dan berkah dari Tuhan yang Maha Esa.

Kita beralih membahas batik tulis, wahyu tumurun sendiri merupakan salah satu motif batik yang memiliki usia yang cenderung sangat tua dan klsik, sejajar dengan motif Udan Liris dan motif klasik pedalaman lainnya. Motif ini berasal dari Yogyakarta dengan variasi yang begitu banyak.

Ada yang memiliki motif dengan latar bledak, latar truntum, dan latar sogan maupun ukel. Dengan unsur utama motifnya yaitu meru atau gunung, daun, dan burung yang saling membelakangi. Dan dipadukan dengan motif latar yang bervariasi.

Motif Wahyu Tumurun memiliki sebuah filosofi bahwa untuk mencapai kemuliaan baik di dunia ataupun di akhirat, manusia hanya bisa berusaha dan berharap kepada Tuhan. Karena manusia itu makhluk yang lemah, dan tidak memiliki daya apapun untuk membelokkan ketetapan Tuhan yang sudah pasti.

Meskipun begitu manusia tetap harus untuk berusaha dengan semaksimal mungkin meraih apa yang diharapkannya. Tanpa melupakan mengharapkan anugerah dan berkah Tuhan Yang Maha Esa dengan beribadah sesuai dengan keyakinan kita masing-masing.

Batik tulis dengan motif Wahyu Tumurun saat ini sudah banyak dipakai oleh berbagai kalangan, karena batik tulis memiliki motif yang unik dan dahulu harga yang tawarkan sangat mahal. Terkait dengan filosofi dan sebagai perantara manusia untuk mengingat kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, dan lambang kerendahan hati dan bijaksana.

Batik motif Wahyu Tumurun juga sering digunakan dalam acara pernikahan dengan pengharapan, dalam membina rumah tangga, nantinya akan diberikan anugerah dan berkah dari Tuhan. Dan biasanya batik yang digunakan adalah berupa warisan dari orang tua yang sudah lebih dulu membina rumah tangga, dan digunakan terus menerus secara turun temurun.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang kolektor batik, Ibu Oni, mengungkapkan bahwa batik tulis motif Wahyu Tumurun miliknya telah dipakai 3 generasi pernikahan, dan sampai sekarang masih tetap awet dan dijaga untuk generasi selanjutnya. Batik tulis yang beliau miliki memiliki latar sogan cerah cokelat kekuningan. Dan terlihat begitu klasik namun tetap memiliki kesan yang membawa kedamaian bagi yang melihatnya.

Sebagai salah satu motif batik klasik dengan filosofi yang begitu dalam, batik yang begitu berkelas ini hanya memiliki harga sekitar 1,5 – 5 juta rupiah, tergantung dari warna dan dari tahun pembuatan batik tulis motif Wahyu Tumurun tersebut.

Karena sampai saat ini motif Wahyu Tumurun masih tetap dipertahankan pada komposisi motif utamanya, hanya mungkin dengan latar yang berbeda-beda. Dan menjadi salah satu motif batik tulis yang meskipun berbeda latar maupun berbeda daerah pembuatan, komposisi motifnya memiliki susunan yang hampir sama.

So, kalau koleksi batik kalian belum ada motif ini, belum lengkap sepertinya. hehehe.

Terima Kasih Sudah berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *