Menyibak Berbagai Jenis Jamu Tradisional di Indonesia

Setiap manusia diberkahi dengan kesehatan dan berbagai sistem yang rumit untuk menunjang sebuah kehidupan. Dan sudah menjadi naluri manusia untuk bagaimana agar selalu mampu memiliki raga dan jiwa yang sehat. Dan apabila kita sedikit memutar waktu kembali ke zaman dahulu mbah-mbah kita, mereka adalah orang yang selalu berada dalam kondisi yang prima. Untuk itu hari ini kita akan menyibak  Berbagai Jenis Jamu Tradisional di Indonesia.

Mungkin bagi beberapa orang, semua itu hanya mitos yang dibuat-buat, tetapi faktanya kita sendiri bisa melihat dimana sebelum ada kendaraan baik roda 2 maupun roda 4, mbah-mbah kita seperti memiliki kekuatan dan kesehatan yang lebih baik daripada zaman sekarang. Memikul rumput hampir setiap hari dari sawah, mencangkul, bercocok tanam, panen, membajak sawah, dan lain sebagainya.

Beberapa jenis jamu yang biasa dibawa oleh para penjual jamu diantaranya sebagai berikut :

  1. Jamu Kunir Asam, campuran dari daun asam muda, temulawak, biji kedawung dan air perasan jeruk nipis. Yang memiliki khasiat untuk menyegarkan badan, menghindarkan panas dalam, sariawan. Namun, jamu ini tidak cocok untuk perempuan yang sedang hamil muda.
  2. Jamu Beras Kencur, banyak versi namun tetap menggunakan bahan utama beras dan kencur, bisa dipadukan dengan jahe, kunir, jeruk nipis, dan lain-lain. Selain meningkatkan nafsu makan, juga memiliki kelebihan untuk menghilangkan pegal-pegal pada tubuh.
  3. Jamu Pahitan, sebagai bahan utama adalah daun sambiloto, bisa ditambahkan brotowali, widoro laut, doro putih, dan lainnya. Memiliki khasiat yang sangat bermanfaat, seperti kencing manis, menurunkan kolesterol, pusing, kembung, dan bahkan untuk penunjang penyembuhan cuci darah.
  4. Jamu Cabe Puyang, bahan dasarnya adalah cabe dan puyang, dan ditambahkan dengan berbagai rempah-rempah khas Nusantara. Menghilangkan pegal linu, demam, kesemutan, dan juga cocok diminum perempuan yang sedang hamil tua.
  5. Jamu Kunci Suruh, bahan bakunya adalah rimpang kunci dan daun sirih, jamu ini lebih banyak dikonsumsi oleh perempuan karena manfaatnya untuk mengobati keluhan keputihan, mengecilkan rahim dan perut, dan juga merapatkan bagian intim perempuan.
  6. Jamu Uyup-Uyup, tergantung dari variasi para penjual jamu yang lebih paham mengenai kombinasi jamu ini, tetapi pada dasarnya menggunakan berbagai bahan daun empon-empon, dipadukan dengan rempah-rempah. Fungsi utamanya yaitu untuk melancarkan ASI, menghilangkan bau badan, dan juga mendinginkan perut.
  7. Jamu Sinom, tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam, bedanya ditambahkan gula secukupnya. Kurang lebih memiliki fungsi yang sama dengan jamu kunir asam.
  8. Jamu Kudu Laos, jamu tersebut memiliki fungsi menurunkan tekanan darah, menghangatkan badan, melancarkan haid, menyegarkan badan dan melancarkan peredaran darah. Biasanya dibuat dengan racikan tumbukan laos yang sudah direbus dan kombinasi rempah-rempah.

Berbagai manfaat jamu ini apabila diminum secara rutin memang benar memberikan khasiat yang nyata, bukan hanya mitos. Dibanding dengan berbagai makanan serta obat instant yang pada zaman sekarang kita baru meminumnya ketika sudah mengalami sakit atau gangguan kesehatan.

Berbeda dengan orang jaman dahulu yang selalu menjaga kondisi mereka, memang tidak selamanya selalu sehat, tetapi dengan berbagai suplemen kesehatan ini mereka mampu hidup lebih sehat dan memiliki stamina yang baik untuk bekerja keras.

Meskipun kesehatan dan kekuatan juga berasal dari berkah anugerah Tuhan Yang Maha Esa, namun, dengan perantara jamu – jamu klasik Jawa ini, semakin mendukung kesehatan para peminum jamu.

Jadi, sudahkan kalian minum jamu hari ini?

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *