Seru, Perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 di Dusun Kauman, Desa Girilayu

Hei..hei..hei, kembali lagi masih dengan semangat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Kali ini, kita mau melihat yang baru di Desa Girilayu, event perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73 di salah satu Dusun yang menjadi bagian Desa Girilayu. Apa saja keseruan acaranya, kita langsung saja bahas satu persatu berdasarkan reportase di lapangan.

Ju’mat malam kemarin, 17 Agustus 1945, suhu udara sedingin sikapnya mantan ketika sudah mendapatkan gebetan baru, dingin, 15 derajat celcius, serius. Bertempat di Dusun Kauman, Desa Girilayu, suasana dingin itu seperti menghilang, mantan juga ikut hilang dengan kemeriahan acara ini.

“Tek kotek kotek kotek, ada mantan turun berkotek…gitu”

Acara tersebut dimulai dengan penampilan dari adik-adik kecil mungil nan menggemaskan yang berjoged dengan lagu Ayam Berkotek. Yang disusul dengan sambutan bapak kepala desa dan orang penting lainnya yang sangat mendukung acara ini sebagai sebuah inovasi kreatif sebagai bagian dari perkembangan Desa Girilayu, dan sekaligus memeriahkan HUT RI ke-73.

Dikutip dari Ketua Rw setempat, Bapak Jito, bahwa acara ini juga bertujuan untuk membangun mental adik-adik kecil ini agar lebih memiliki keberanian untuk menunjukkan semangat mereka sebagai bagian dari generasi Desa Girilayu di kemudian hari.

Tidak cukup sampai disitu, giliran para pemuda Muda Karana menunjukkan kreatifitas mereka. Drama kolosal yang mengisahkan kembali bagaimana perjuangan untuk tegaknya merah putih di bumi pertiwi harus melalui perjuangan yang sulit dan bertaruh nyawa.

Dengan ide kreatif dari para pemuda Karang Taruna Muda Karana Dusun Kauman, sebuah acara memeriahkan HUT RI yang ke-73 digelar seru. Bukan tanpa alasan, daerah yang penuh dengan seniman hebat ini menampilkan drama, teater kolosal bagaimana perjuangan Republik Indonesia pada masa perjuangan begitu mampu mereka hayati setiap perannya.

Selain dari teater itu sendiri, ada juga pelajaran sederhana ketika para ibu menggunakan batik, kebaya dan tampah, lelaki yang berpeci, dan juga caping. Sehingga begitu melekat paradigma kita terhadap betapa berharganya kebudayaan Indonesia, betapa unik, betapa indah sejarah dan budaya Indonesia.

Sutradara dari teater ini, Danaria Kusmantoro sukses membawakan sebuah pesan bahwa pemuda sekarang juga masih berjuang untuk Indonesia, tidak perlu dilihat, tidak perlu disanjung. Setiap pemuda memiliki rasa cinta tanah air sendiri-sendiri, tinggal bagaimana kita menunjukkannya.

Begitu pula para pemeran teater yang seluruhnya adalah anggota organisasi pemuda Muda Karana yang juga begitu memiliki passion untuk menunjukkan bahwa mereka serius untuk berjuang memajukan daerah mereka, bagaimana agar pemuda sekarang tidak hanya dicap milenial dengan smartphone, sosial media dan juga mobile lejen.

“push rank..push rank..epic..grandmaster..halah noob”

Jika beberapa orang menganggap ini biasa, tetapi buat kami ini adalah hal yang luar biasa, dimana setiap lini masyarakat mampu saling mendukung untuk kemajuan brsama. Yang muda menghormati yang tua, dan yang tua mendukung ide kreatif para pemuda tanpa perlu meremehkan, tanpa perlu menjatuhkan ide dan kreatifitas mereka, toh yang tua juga pernah muda dan yang muda juga akan menjadi tua.

Jangan kabur dulu, belum selesai.

Setelah teater ditutup dengan meriahnya loncatan kembang api, giliran para peserta audisi The Voice Girilayu yang tidak lolos kemudian membentuk band, yang gantian menunjukkan melodi kemerdekaan.

Diawali dengan lagu Tanah Airku yang dibawakan oleh sebagian anggota Muda Karana, kemudian disusul oleh Rayuan Pulau Kelapa, dan kemudian diakhiri Ibu Pertiwi, bukan klenengan yang itu, ini lagu pahlawan.

Ah, kamu mah tahunya lagu syantik melulu sih, dengerin tuh lagu-lagu pahlawan, kali aja mantan bisa balik kamu nyanyiin Halo-Halo Bandung.

“sekarang sudah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali….nah loh..hahaha”

Dibawakan dengan sangat merdu oleh dua vokalis, serius merdu, ngga’ bohong, telinga reporter masih normal. Salah satu vokalisnya yang bernama Ayu, memberikan tone yang lembut namun lugas diiringi musik akustik yang membuat merinding haru apabila ingat lagu-lagu pahlwan ini begitu menusuk-nusuk ulu hati.

Penampilan mereka ditutup oleh dua lagu favorit reporter pas patah hati, Selepas Kau Pergi milik Laluna, dan Hujan milik Utopia. Kedua lagu itu sepertinya memiliki kenangan tersendiri untuk reporter yang berada dilapangan, karena dia ikut nyanyi ga jelas dengan suara falsnya.

“clap…clap..clap…tepuk tangan…kalian semua keren, sumpah…”

Dan, setelah penampilan mereka selesai, waktunya joget, acara memeriahkan HUT RI ke-73 ini ditutup dengan campursari dan hiburan oleh DNK studio yang dipimpin oleh Mas Iwan. Sedianya acara tersebut selesai sekitar pukul 11.00.

Lengkap sudah perayaan HUT RI yang ke-73 yang diadakan oleh Organisasi Pemuda Muda Karana di Dusun Kauman, Desa Girilayu ini. Budaya, rasa cinta tanah air, seni teater, perjuangan, mampu dibungkus dalam satu perhelatan acara yang begitu luar biasa.

Sebuah kebanggaan tersendiri bukan ketika para pemuda bangkit berdiri untuk membangun negeri, mampu menunjukkan eksistensi mereka yang berusaha menunjukkan bahwa mereka juga telah berjuang, mereka ada, mereka hadir untuk Indonesia. Penuh dengan kesadaran, penuh dengan semangat perjuangan yang terus menerus mereka coba teriakkan.

Akhirnya, dari setiap rasa semangat yang mereka tanamkan di dalam hati, semoga juga mampu menjadi doa untuk Indonesia, inspirasi untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tetap berdiri berjuang bersama membangun ngeri, entah dari mana kalian berdiri, entah menuju kemana kalian akan berlari, kita harus tetap berjuang untuk Indonesia.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE-73

JAYALAH BANGSAKU, JAYALAH NEGERIKU

MERDEKA !!! MERDEKA !!! MERDEKA !!!

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , .

4 Comments

  1. Wow mantap generasiku Karangtaruna dukuh Girilayu 👌👌💪🇮🇩🇮🇩sayangnya gak bisa ambil bagian tetap semangat jaga kekompakan muda mudi, rawe2 rantas malang2 tuntas DIRGAHAYU HUT RI KE.73 MERDEKA🇮🇩

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *