Berkibarlah Merah Putih, Terbanglah Tinggi Membumbung Angkasa, Indonesiaku

Hari ini, tepat di tanggal 17 Agustus 2018, darah kami berdesir, degup nadi kami serasa memenuhi selongsong arteri yang membuncah. Masih sama dengan 73 tahun yang lalu, menanti detik-detik proklamasi, menanti derai air mata haru yang menunggu selama ratusan tahun. Untukmu Indonesia, berkibarlah merah putih, terbanglah tinggi membumbung angkasa, sampaikan salam kami, kepada langit, kami masih berjuang.

Entahlah, debar jantung ini serasa membiru, menyatu dalam haru yang hanyut dalam sorak sorai berbagai penjuru negeriku, Indonesia.

“Merdeka…Merdeka..!!!”

Masih terngiang teriakan demi teriakan bergelora dan bergelombang, rindu kami akan hadirnya kedamaian, rindu kami sedasar palung terdalam hati kami. Rindu dengan tawa lepas anak kecil di pagi hari berlari dengan bendera itu, bendera yang hampir lusuh terkena debu, terkena peluru.

Ceceran luka dan darah merah perjuangan seakan membisu menahan sesenggukan tangis bahagia mereka. Hari ini, sebuah prasasti yang tinggi kita dirikan, sebuah pijakan untuk garuda itu terbang lebih tinggi, membumbung angkasa raya, melantunkan melodi Rayuan Pulau Kelapa.

Tidak ada langit yang benar-benar tinggi ketika kau tidak hanya berdiri, tetapi mau bermimpi menembus tingginya langit itu. Tuhan pun tidak akan tinggal diam melihatmu pantang menyerah, melihat sendi-sendi tulangmu roboh berserakan untuk kemerdekaan.

Selama darah kami masih merah untuk membuat kain putih menjadi merah dan putih, maka dengan senang hati darah kami akan menjadi warna merah itu. Apabila hanya bambu runcing yang kami miliki untuk mengibarkan, maka biarlah bambu runcing itu mengobrak-abrik udara mengibarkan gebyar bendera kebanggaan kami.

Tidak peduli berapa banyak musuh yang akan kami hadapi, tidak peduli berapa puluh peluru menembus badan kami, tidak perduli gelegar halilintar menggelegar, kami tidak gentar, kami tidak akan mundur untuk merdeka, untuk Indonesia.

Dan hari ini, langit membela kami, udara berdesir semilir mengibarkan bendera lusuh kami. Gemuruh suara lautan manusia berteriak “MERDEKA” dalam hingar bingar perjuangan ini.

Perjuangan yang baru saja dimulai kembali, perjuangan yang belum berakhir sampai disini. Masih ada ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk garuda muda itu terbang tinggi, lebih tinggi daripada hari ini, lebih tinggi lagi menggapai angkasa lebih jauh lagi menatap Indonesia.

Dan akhirnya, kami akan sejenak melepas lelah, melihat dari kejauhan anak-anak berlari kecil menuju langgar, para pemuda tegar melanjutkan perjuangan kami, para pemimpin bangsa yang selalu mengingat kami, dan saudaraku sebangsa dan setanah air yang gegap gempita menyambut Ulang Tahun negeri ini yang ke-73, hari ini,  tumpah darah ini.

Sampaikan kepada masa depan segala sembah sujud untukMu Tuhan, jagalah selalu tanah air kami, Indonesia, berilah segala kebaikan kepada bangsa ini, jadikanlah kemerdekaan ini sebagai saksi bahwa doa kami masih membumbung tinggi menembus awan kepadaMu. Karena kami tahu bahwa atas berkah dan rahmatMu,

“Kita dilahirkan untuk bersatu, dalam satu tumpah darah, Indonesia”

MERDEKA !!! MERDEKA !!! MERDEKA !!!

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Salam Hangat dari Indonesian Batik untuk Seluruh Peserta Asian Games 2018 Indonesia - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *