Meriah, Kolaborasi Pemerintah Desa, STIE AUB, dan FKIP UTP Jalan Santai Bareng di Desa Girilayu

Pagi ini beberapa suami kebingungan karena di dapur tiba-tiba istri mereka menghilang, yang biasanya sudah masak sayur asem, tiba-tiba hanya tinggal asemnya yang di meja. Bukan tanpa alasan, karena pagi ini, Pemerintah Desa Girilayu yang bekerja sama dengan mahasiswa KKN STIE AUB dan KKN PMM FKIP UTP Surakarta mengadakan acara jalan santai bareng di Desa Girilayu.

Dengan menggunakan training hitam dan berbaju merah, pemerintah Desa Girilayu terlihat sibuk mengatur acara yang diadakan di Lapangan Desa Girilayu hari ini 16 Agustus 2018. Menjelang HUT Kemerdekaan RI yang ke-73, sudah seperti tahun-tahun yang lalu pemerintah desa sibuk mengadakan berbagai acara.

Sementara itu dengan kaos yang berwarna hijau, mahasiswi yang cantik-cantik dan mahasiswa ganteng sibuk berada di stand mereka untuk mempromosikan produk makanan hasil kreasi mereka. Menurut salah seorang mahasiswa, Bintang, dalam rangka KKN STIE AUB Surakarta yang rencananya akan diadakan sampai tanggal 23 Agustus mendatang, acara ini juga merupakan salah satu kerja nyata untuk masyarakat di Girilayu.

Cantik-cantik dan ganteng-ganteng, serius, ada yang mirip mantan reporter, mantan juragan.

Sedangkan para mahasiswa yang memakai kaos biru muda adalah para mahasiswa dan mahasiswi KKN dari PMM FKIP UTP Surakarta. Mereka juga bergabung dalam rangka kerja nyata untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat Desa Girilayu dalam hal kesehatan.

Para peserta jalan santai ini diwakili oleh para ibu-ibu tiap RT dari seluruh Dusun di Desa Girilayu, ditambah puluhan murid Sekolah Dasar Girilayu 01 dan Girilayu 03. Acara ini jalan santai dimulai sekitar pukul 07.30 dengan pembukaan kemudian mengikuti rute jalan santai dan kembali lagi ke Lapangan Desa Girilayu.

Pantas saja para suami kehilangan sarapan pagi karena ditinggal jalan-jalan, kasian.

Kembali ke acara, puluhan doorprize dan hadiah juga sudah disiapkan dari ketiga pihak penyelenggara, bahkan ada hadiah utama sepeda gunung tidak dengan gunungnya, televisi tidak sama listriknya, dan kipas angin yang tidak beserta anginnya.

Seru, sayang reporter tidak menerima kupon doorprize. Sedih.

Setelah kembali ke Lapangan Desa Girilayu, acara kembali dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Girilayu, Bapak Slamet, kemudian hiburan organ tunggal yang dilaksanakan sampai sekitar pukul 11.00. panas terik tampaknya tidak menghalangi para ibu-ibu yang dengan sabar menanti pengumuman doorprize.

Ditambah lagi dengan beberapa penampilan mahasiswi cantik STIE AUB yang juga berkolaborasi dengan ibu-ibu pamong desa berjoged bersama. Semakin memanas dengan sorakan “MERDEKA” dari para peserta jalan santai, semakin menghangatkan suasana.

Lagunya Lagi Syantik yang original, tau deh lupa gimana tadi gerakannya.

Menurut salah seorang pamong desa Girilayu, bahwa acara ini sebagai sarana menyatukan masyarakat Desa Girilayu dan sekaligus mempromosikan Desa Girilayu yang merupakan Desa Batik. Dan apabila acara ini sukses, maka nantinya tahun depan akan diadakan lagi dengan kuota yang lebih besar.

Semoga tahun depan reporter dapet kupon yah, atau jodoh juga tidak menolak deh. Ups, Hihihi.

Berbagai doorprize akhirnya menjadi kado untuk menggantikan tenaga para ibu-ibu yang jarang jalan-jalan ini dan selalu memasak di rumah. Selain itu, moment HUT Kemerdekaan RI ini juga semakin meriah dengan suksesnya acara tersebut diadakan.

Sebagai penutup, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Girilayu, kepada KKN STIE AUB Surakarta, KKN FKIP UTP Surakarta, dan terutama antusiasme warga Desa Girilayu yang membuat pagi ini menjadi sebuah sejarah yang akan terus diingat oleh Desa Girilayu sebagai kado untuk Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73.

Akhirnya, selamat menempuh hidup baru untuk Indonesia yang ke-73, dari kami beberapa pejuang yang tinggal di lereng Gunung Lawu, Selamat Ulang Tahun Indonesia.

Semoga dalam segala hiruk pikuk dan hingar bingar Desa Girilayu mampu lebih memiliki dan mewarisi semangat kemerdekaan, semangat perjuangan, dan juga, The Power of Emak-Emak.

And, that’s it, with every jos of happiness, we, Prajnaparamita Indonesian Batik, proud to be one of the history of Girilayu.

MERDEKA !!!

regards and reported

-prajnapramita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *