Edisi HUT RI ke-73, Mengenang Perjuangan Batik Tulis pada Zaman Pendudukan Jepang

Merdeka, sebentar lagi ding, hehe, salam hangat buat kalian semua yang sedang menunggu update informasi tentang semua hal yang berhubungan dengan kebudayaan dan terutama batik tulis Indonesia. Anyway, hari ini kita akan berpindah ke zaman pendudukan Jepang di Indonesia, kita akan mengenang perjuangan batik tulis pada zaman pendudukan Jepang.

Seperti yang kita tahu, setelah zaman kolonial Belanda, kita mulai menjalani kerasnya zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Perbedaan karakter sangat terlihat ketika Jepang dengan Gerakan 3A nya mencoba membangun infrastruktur yang ada di Indonesia dengan memanfaatkan tenaga kerja Indonesia.

Pada zaman Jepang, kebudayaan batik juga ikut menyesuaikan, daerah pesisir menjadi daerah yang banyak mendapatkan pengaruh langsung dari zaman pendudukan Jepang ini. Batik-batik tulis memiliki corak warna yang tegas dan jelas, disamping itu warna cerah seperti merah dan warna dominan lain menjadi hasil kebudayaan zaman ini.

Salah satu batik yang terkenal adalah batik Jawa Hokokai, batik ini memiliki tema pagi sore, yaitu sisi separuh untuk dipakai pagi dan separuhnya lagi bisa dipakai ketika sore. Batik inimenjadi salah satu hasil akulturasi budaya Jepang dan Indonesia yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati.

Perjuangan para pembatik bukan hanya dalam pembuatan batik itu, tetapi bagaimana mereka mampu mengisi motif-motif yang menyuarakan perjuangan dan kemerdekaan yang dibungkus dengan kebudayaan Jepang agar tidak dilarang oleh Jepang.

Para perempuan pembatik ini memiliki cara yang istimewa untuk menyampaikan bagaimana batik adalah budaya Indonesia, dan bagaimanapun harus mendukung kemerdekaan Indonesia. Kebudayaan batik ini juga sekaligus mendukung para pejuang yang mengangkat senjata, para pemikir yang berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kemerdekaan.

Dan untung saja, Jepang tidak terlalu menaruh perhatian lebih kepada kebudayaan batik tulis. Mereka lebih memikirkan infrastruktur dan penyebaran ideologi untuk nantinya menjadi negara besar di Asia. Disamping itu, perjuangan para pahlawan yang mengangkat senjata lebih memberikan tekanan bagi pendudukan mereka di Indonesia.

Meskipun hanya sekitar 2,5 tahun berada di Indonesia, mereka telah memperikan pengaruh pada kebudayaan batik dengan motif-motif bunga dan motif yang menurut mereka memberikan peruntungan dan anggapan bahwa Indonesia mendukung Jepang, padahal, batik lebih mendukung perjuangan para pahlawan yang mengangkat senjata untuk kemerdekaan.

Tetapi apabila diambil segi positifnya, budaya batik Indonesia menambah satu lagi variasi motif dan pengaruh akulturasi kebudayaan Jepang. Sehingga menjadikan batik tulis semakin memiliki keanekaragaman budaya yang sampai sekarang menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Maka dari itu, sejarah pasti memiliki sebuah sisi positif apabila kita benar mengartikannya sebagai salah satu hasil dari kebudayaan dan perjuangan bangsa Indonesia. Bahkan sejak zaman Majapahit kita sudah belajar untuk melestarikan dan mengembangkan budaya untuk nantinya sebagai pengingat bahwa bangsa kita, bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki sejarah panjang dan kebudayaan yang lestari secara turun temurun, generasi demi generasi.

Untuk itu, berbanggalah menjadi Bangsa Indoensia.

Salam hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *