Edisi HUT RI ke-73, Menanti Kembali Gebrakan Karnaval Budaya di Karanganyar

Woohoo, saatnya nih kita membangkitkan semangat selama menuju ke tanggal 17 Agustus, dimana nanti Republik Indonesia ulang tahun. Pastinya banyak sekali event yang akan digelar, banyak lomba, pameran, dan pastinya karnaval budaya yang setiap tahun digelar di Karanganyar. Bagaimana dengan tahun ini? Kita masih menanti kembali gebrakan karnaval budaya di Karanganyar.

Kalau kemarin kita sudah berkenalan dengan para preman budaya, mereka berasal dari Desa Girilayu, iya, desa Batik. Sebenarnya ide dan inovasi mereka cukup menarik, tidak kalah dengan daerah lain. Namun sepertinya mereka harus istirahat sejenak karena mereka akan fokus membangun desa mereka, jadi kemungkinan tidak mengikuti karnaval budaya kali ini, duh sayang banget bukan.

Tapi tidak apa-apa, semoga mereka memiliki ide dan kreatifitas yang nantinya akan bermanfaat buat desa mereka, let’s tetap dukung mereka dimanapun mereka berada. Karena pastinya emreka akan berpikir keras untuk bagaimana ikut memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kembali ke Karanganyar, di kota intanpari ini sudah pasti ada karnaval budaya yang juga ikut emmeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan pasti akan ada yang menjadikan batik sebagai karnaval budaya mereka, duh jadi tidak sabar ingin melihatnya.

Dan dalam hal ini apresiasi yang tinggi, ucapan terima kasih telah memberikan jalan untuk bagaimana ikut mempopulerkan budaya kita sebagai warga negara Indonesia yang juga ingin ikut berperang memperjuangkan kesaktian pancasila dan berkibarnya bendera merah putih.

Tahun lalu, 2017, peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Karanganyar begitu istimewa, karena banyak sekali loh budaya yang dipamerkan para generasi muda, dari reog, sampai penari – penari Jawa, ada juga tokoh wayang orang yang cantik-cantik.

Dan ternyata kami tidak pernah sendirian berjuang untuk budaya, semua orang disekitar kita juga memiliki gagasan dan ide kreatif bagaimana ikut meneruskan perjuangan dan tumpah darah para pahlawan.

Semoga pemerintah daerah juga semakin semangat untuk memberikan paling tidak sebuah penghargaan dan ucapan terima kasih kepada mereka pejuang kebudayaan yang mencoba sesuatu yang mungkin suatu saat nanti akan dikenang sebagai sebuah kisah yang indah untuk generasi ke depannya.

Dan sebagai bagian dari bumi intanpari, semoga setiap langkah kita, siapapun kita, akan selalu mencoba ikut mengembangkan bumi tempat kita tinggal dan tetap memayu hayuning bawono.

Yuk berpikir bagaimana kita bisa bersatu melukis merah putih di dalam setiap pejam mata kita untuk selalu menuju kepada perubahan yang lebih baik, demi Indonesia yang maju, demi Indonesia yang bermartabat.

Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *