Jangan Menunggu Pemerintah Memberikan Bantuan, Tapi Bantulah Pemerintah Dengan Batik

Produksi batik tulis memang membutuhkan modal awal yang cukup banyak, dan bagi sebagian besar para pengrajin batik masalah utama mereka hanya berkutat pada masalah finansial. Namun, pemerintah daerah maupun propinsi juga sudah  memberikan jatah yang besar untuk membantu para penggiat UMKM untuk mengembangkan batik. jadi sebisa mungkin jangan menunggu pemerintah memberikan bantuan, tapi bantulah pemerintah dengan batik kita.

Saat ini, posisi pemerintah diibaratkan sebagai orang tua kita, yang memberikan kita modal dan hibah dana yang cukup besar untuk mengembangkan berbagai kerajinan budaya maupun wisata. Sebagai motivasi agar kita semakin tangguh menghadapi pasar penawaran yang keras.

Semuanya memang membutuhkan modal untuk usaha, dan sebagian besar permodalan berasal dari pemerintah melalui berbagai dana hibah dan pelatihan tentang batik. Meskipun ada yang rela menggunakan modal pribadi untuk mengembangkannya.

Posisi ini bisa kita anggap sebagai sesuatu yang sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu menyebar banyak proposal usaha dan mengembalikan modal tersebut. Pemerintah ingin agar kita sebagai masyarakat mampu untuk berkembang dan sekaligus mengembangkan potensi batik agar semakin terlihat gaungnya.

Sudah saatnya kita sedikit berpikir positif bagaimana pemerintah menaruh perhatian yang serius untuk kemajuan batik dan para pengrajin batik di berbagai daerah. Dan perhatian tersebut semata-mata untuk kebaikan seluruh masyarakat, dan bukan untuk pribadi.

Beberapa oknum menganggap berbagai bantuan permodalan itu untuk mereka pribadi sebagai pelaku usaha, namun dari sudut pandang kami, itu adalah sebuah uang saku, untuk kita bisa saling berbagi dan saling mendukung dan bekerja sama untuk bagaimana memajukan batik.

Dan akibatnya sekarang menjadi latah untuk menunggu bantuan yang datang, namun dengan output yang masih bisa dibilang sangat standar. Itulah mengapa kita tidak akan pernah maju. Terlalu egois memikirkan diri sendiri padahal di luar sana, banyak sekali yang malah hanya menggunakan kain bekas, malam bekas, untuk menghasilkan karya batik yang indah.

Jadi, dengan harapan bahwa ketika kita diberikan kepercayaan untuk mengembangkan batik, ya ayo kita kembangkan dengan sebisa dan sekuat tenaga kita. Kita buktikan kasih sayang kita kepada orang tua kita yang dalam hal ini pemerintah yang sudah memberikan dukungan kepada kita.

Percaya dan lakukan bahwa kita bisa lebih berkembang, sedikit demi sedikit, kemudian sebanyak-banyaknya. Untuk kemajuan Nusantara Indonesia kita.

Kurang-kurangilah egoisme pribadi hanya untuk duniawi, serius kita tidak akan bisa menguburkan jasad kita sendiri.

So, ketika kita bersama bergandengan, percaya deh, Tuhan tidak pernah salah alamat mengirimkan rezeki, mengirimkan modal untuk kehidupan kita.

Believe it, live with it.

Sudah saatnya kita memberikan apa yang kita punya untuk paling tidak menyambut Indonesia kita yang sebentar lagi berulang tahun. Tidak perlu mengeluh dengan keadaan, tidak perlu menyerah dengan takdir, hidup tidak ada yang keras, kita saja yang lemah menghadapinya.

Selama darah kita masih merah, maka selama itu pula kita dilahirkan untuk berjuang.

Bersama Membangun Negeri, Indonesia.

Terima Kasih.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *