Memprediksi Perspektif Masa Depan Batik Tulis di Desa Girilayu, Karanganyar

Sebuah hasil kebudayaan apabila dijaga dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya, maka kebudayaan itu akan tetap ada dan tetap lestari. Sama seperti batik tulis, meskipun banyak model seperti batik cap dan batik printing, namun minat terhadap batik tulis masih sangat tinggi dan memiliki peluang yang baik untuk terus berkembang. Oleh karena itu kita akan mencoba memprediksi perspektif masa depan batik tulis di Desa Girilayu, Kabupaten Karanganyar.

Potensi kabupaten Karanganyar sebagai salah satu kota yang memiliki destiasi wisata yang menarik di Jawa Tengah memang menjadi keunggulan tersendiri. Ditambah lagi berbagai aktivitas kebudayaan yang juga menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke kota di Timur kota Surakarta ini.

Di berbagai artikel sudah sangat sering kita bahas mengenai batik tulis di Desa Girilayu, sebagai  salah satu tempat para pembatik dan pengrajin batik berkreasi melukis kain mori dengan cantingnya. Dengan tujuan untuk melestarikan batik tulis sekaligus meningkatkan pendapatan warga yang menggantungkan hidup kepada hasil karya batik tulisnya.

Sebagai Desa Wisata tujuan batik, mungkin masih harus banyak sekali yang perlu dibenahi, seperti pengadaan event dan berbagai pameran yang masih hanya bisa dinikmati oleh beberapa orang saja. Dan sepertinya belum benar-benar mampu untuk lebih jauh memasuki kehidupan para pembatik di Desa Girilayu yang tidak sedikit.

Memang banyak sekali pengrajin dan para pelaku usaha tentang batik, namun mungkin belum sampai kepada tahap berpikir yang ingin melakukan sesuatu untuk Desa Girilayu. Sebagian besar memang masih lebih mementingkan diri sendiri, dan mungkin juga termasuk kami.

Karena itu, di masa depan, perlu diadakan sebuah event yang rutin dilakukan mungkin enam bulan sekali atau mungkin satu bulan sekali untuk menunjukkan bagaimana dekatnya Desa Girilayu dengan batik tulis.

Atau mungkin dengan menggelar peragaan busana tingkat desa yang juga bertujuan untuk memperkenalkan batik tulis kepada dunia. Selain itu nantinya diharapkan masyarakat akan berhenti apatis terhadap pemerintah, dan sedikit banyak menjadi lebih bersemangat untuk tetap mengembangkan batik tulis.

Karena sementara ini produksi batik juga hanya sampai kepada kain batik yang belum dibuat menjadi sebuah pakaian jadi, nantinya event tersebut juga akan memicu para desainer dan anak muda yang mampu membuat desain pakaian yang bahan utamanya dari batik tulis.

Dimulai dari Desa, kemudian nantinya akan menyebar ke daerah lain sampai nantinya mampu menembus tingkat propinsi atau bahkan tingkat nasional.

Terlihat seperti misi yang sangat berat untuk dilalui, tetapi bukan tidak mungkin untuk direalisasikan, maka dari itu peran generasi penerus, generasi para pembatik yang lebih inovatif dan inspiratif akan membentuk suatu ekosistem batik tulis yang dibungkus dengan Desa Wisata Girilayu, Karanganyar.

Sebagai penutup artikel hari ini, ada satu kutipan yang mampu menjadi sebuah renungan,

“cara terbaik untuk melihat masa depan adalah dengan menciptakannya”

Semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk tetap melangkah dengan memakai batik.

Terima Kasih Sudah Membaca dan Berkunjung

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

 

Images Source : Google Images

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Desa Wisata Batik Tulis Girilayu yang sedang Berjuang dalam Peradaban Dunia Modern - Indonesian Batik

  2. Pingback: Batik Solo : Memprediksi Masa Depan Batik Girilayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *