Segmentasi Pasar Pemasaran Batik Tulis Di Desa Girilayu, Kabupaten Karanganyar

Keberadaan pengrajin batik dan produksi batik tulis di Desa Girilayu memang sudah memiliki peningkatan yang pesat. Ditambah dengan berbagai pelatihan dan penyuluhan batik menjadikan karya batik semakin beragam dan variatif. Namun, segmentasi pasar pemasaran batik tulis masih sangat kurang, ditambah lagi berada di desa yang tidak semua bisa melek teknologi.

Sebelumnya, pasar merupakan salah satu faktor penting untuk meneruskan hasil karya batik yang telah dihasilkan. Menjadi sangat penting ketika kita membuat produk yang dalam hal ini batik, meskipun memiliki kualitas dan ketelitian yang tinggi, namun tidak memiliki pangsa pasar yang akan dituju, produk tersebut menjadi tidak laku. Istilah simplenya begini,

“sebagus apapun sebuah produk, ketika tidak ada yang membeli, maka tidak ada gunanya”

Memang seperti itulah dunia bisnis, dunia marketing dan perdagangan, kita harus mampu mengetahui segmen pasar batik tulis kita. Dan bagaimana membentuk serta mengarahkan para pengrajin batik ini mampu mengetahui kepada siapa batik tulis tersebut kita presentasikan nantinya.

Menariknya, pelatihan segmentasi pasar lebih penting daripada berbagai pelatihan membatik. Bukan pelatihan itu tidak penting, tetapi yang seharusnya lebih penting adalah bagaimana menjual produk tersebut.

Dan ketika kita telah mampu melihat target pasar yang berpeluang kita gunakan sebagai obyek presentasi, maka mereka akan dengan senang hati tertarik kepada apa yang kita bicarakan.

Sebagai contoh, ketika kita mencoba memasarkan batik seharga 10 juta rupiah kepada pasar menengah, maka jelas mereka akan berpikir dua kali untuk membeli batik tersebut. Sehingga efeknya adalah batik yang menurut kita sangat bagus, hanya akan tertahan di pasar menengah saja.

Berbeda lagi ketika kita memasarkan batik seharga 500 ribu ke pasar menengah ke atas, mereka akan mampu memiliki pilihan untuk memilih berbagai produk batik kita. Karena pasar batik yang begitu beragam dan bervariasi dalam segi harga.

Segmentasi sendiri merupakan pembagian pasar yang bisa mengarahkan para pembeli sesuai dengan kemampuan dan daya beli mereka terhadap suatu barang. Dengan target pasar yang tepat, maka pemasaran akan produk batik akan semakin luas dan nantinya barang hasil produksi tidak akan mandeg di pengrajin batik.

Namun, sekali lagi, banyak dan sedikitnya pasar batik juga tergantung kepada kita sebagai penggerak untuk tetap berusaha memajukan batik tulis sebagai salah satu komoditas budaya yang benar-benar berharga. Menjaga agar harganya tetap stabil seimbang dengan proses pembuatan adalah salah satu cara untuk melestarikan batik, meskipun dengan resiko batik akan lama tinggal berada di galeri.

Dan meskipun tidak dibantu oleh pemerintah atau para investor, jangan berhenti untuk tetap berusaha memasarkan batik kepada pasar yang lebih tinggi peluangnya, misalnya, pangsa pasar luar negeri yang begitu tertarik dengan budaya batik kita. Berusaha mandiri memasarkan batik dengan jalan yang kita bisa, sedikit banyak nantinya akan ada peluang dari semua itu. Dan ketika ada peluang mari kita manfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat pembatik.

Dengan harapan para pengrajin tetap menjaga kualitas dan originalitas karya batik tulis agar tidak menjadi bumerang nantinya di masa depan. Karena dari kita sendiri yang bisa memprediksi pangsa pasar yang menjadi target segmentasi pemasaran batik tulis.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

 

Images : Google Images

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *