Proyek Besar Mengembangkan Destinasi Wisata Budaya Batik Tulis Di Karanganyar

Pernah memiliki bayangan atau keinginan untuk melakukan sesuatu yang menjadikan kita bisa menjadi bagian sebuah sejarah? Atau paling tidak memiliki dorongan untuk doing something for the sake of mankind? Membuat hidup kita berarti bagi orang lain sepertinya bukan pekerjaan mudah. Dan saat ini, kami ingin mencoba melakukan sesuatu, sebuah proyek besar mengembangkan destinasi wisata budaya batik tulis di Karanganyar, di tempat kelahiran kami, Karanganyar.

Sebenarnya destinasi wisata di Karanganyar sudah begitu mumpuni untuk dikunjungi. Berbagai situs sejarah sampai dataran tinggi yang menjulang dengan pemangdangan yang benar-benar memukau, mampu membuat Karanganyar menjadi salah satu destinasi wisata favorit untuk dikunjungi.

Namun Karanganyar masih memiliki banyak wisata yang bisa lebihdikembangkan dan menjadi destinasi yang menarik sebagai penunjang wisata yang lain. Salah satunya adalah budaya batik tulis.

Dibandingkan dengan kota sekelas Surakarta, batik lebih bersinar daripada di Karanganyar, namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan destinasi budaya sekaligus edukasi untuk lebih empromosikan batik sebagai salah satu tujuan wisata yang eksotis untuk dikunjungi.

Batik memang bukan menjadi komoditas wisata utama di Karanganyar, namun melihat para pembatik dan para pengrajin batik yang memiliki keinginan untuk melestarikan batik, kami memiliki keinginan untuk bagaimana merealisasikan ide tersebut.

Dan salah satunya adalah di Desa Girilayu, meskipun hampir tidak terlihat sebagai Desa Wisata Batik, di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berhubungan dengan batik yang bisa kita temui di rumah-rumah. Dan itu bisa menjadi sebuah modal untuk sedikit banyak mempromosikan batik tulis.

Dan mungkin sebagai dukungan kepada pemerintah Kota Karanganyar, kami akan mulai mencoba merealisasikan berbagai ide yang sering menjadi bahan perbincangan ketika berada dalam beberapa gelas kopi hitam.

Karena banyak sekali ide dan pemikiran yang ingin kita realisasikan. Kembali kepada keinginan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan Karanganyar, sedikit banyak akan kami eksekusi secara mandiri bgaimana mengembangkan batik pada khususnya, dan wisata pada umumnya.

Mungkin karena kami sudah berhenti apatis, sudah berhenti menjadi skeptis terhadap pemerintah. Meskipun banyak yang masih mengganjal, kami ingin ikut mempercayakan ide ini agar suatu saat mampu menjadi catatan sejarah kami yang ingin paling tidak sedikit bermanfaat tinggal di tanah air kami sendiri.

Dimulai dari batik, dan kemudian berbagai realisasi berbagai ide yang secara perlahan dan mandiri akan kami wujudkan dalam sebuah prasasti untuk menjadikan Karanganyar Tenteram.

Dan ada kisah menarik ketika kami mendengar sebuah mars yang membangun semangat kita, mars Karanganyar Tenteram. Sebuah mars yang menggelitik telinga sampai relung hati kami, benar sekali, lirik mars Karanganyar Tenteram.

“marilah membangun kabupaten Karanganyar, kota wisata indah mempesona tenteram, bina lingkunganmu tenang rukun bijaksana, hidup bersahaja amalkanlah pancasila…”

So, kita akan test sampai dimana kekuatan dan kemampuan kita untuk mewujudkan Kota Karanganyar sebagai salah satu destinasi yang memuaskan bagi para wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Akan kami mulai dari desa kami di lereng Lawu, satu langkah akan kami pijakkan disini menuju tangga untuk Karanganyar yang lebih baik lagi di masa depan, Karanganyar Tenteram.

Salam Hangat, Indonesian Batik

Fight for our honor, fight for our future

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Batik Indonesia : Budaya Batik Tulis di Karanganyar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *