Kolektor Batik, Berburu Batik Langka dengan Harga Mahal Demi Sebuah Seni Kebudayaan

Sepertinya sudah banyak yang tahu kolektor, pengkoleksi barang-barang yang unik atau menarik, atau bahkan yang klasik. Dan seorang kolektor siap mengeluarkan biaya yang besar untuk mendapatkan koleksi langka yang menjadi incarannya. Salah satunya adalah batik, mereka berburu batik langka dengan harga mahal demi sebuah kebudayaan.

Batik tulis memang sudah terkenal mahal dari awalnya. Karena memang berbeda dengan batik cap atau printing. Kualitas cantingan dan hampir seluruh pembuatannya dilakukan dengan pekerjaan tangan atau handmade.

Tentu juga tidak semua batik dikoleksi, tahun pembuatan, warna dan pemilihan motif juga menjadi karakteristik yang dicari oleh para kolektor. Jadi, semakin unik motif batik tersebut dan memiliki filosofi yang tinggi, maka para kolektor juga siap membayarnya dengan harga mahal.

Salah satu kolektor batik yang sudah memiliki lebih dari 2000 koleksi adalah Dian Kyriss. Istri dari John Kyriss seorang ekspatriat Jerman yang tinggal di Surabaya. Salah satu koleksinya berusia sekitar 150 tahun dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Lain halnya dengan Hartono Sumarsono, kolektor batik asal Cirebon ini sudah memilikilebih dari 1000 potong kain batik tulis dari berbagai daerah. Mengoleksi batik sejak tahun 1983, beliau juga berusaha membuat kembali motif langka yang beliau koleksi.

Beberapa waktu lalu juga sempat terdengar ada yang rela menebus satu buah batik tulis dengan harga fantastis di atas 100 juta rupiah yang sebelumnya berada di luar negeri.

Para kolektor ini selain serius melakukan konservasi terhadap batik, cita-cita mereka sederhana, hanya ingin melestarikan warisan batik tulis yang sudah turun temurun ada dan menjadi salah satu kebudayaan yang istimewa.

Kami sendiri juga memiliki beberapa potong batik tulis yang dibuat tahun 1960-an, namun untuk menjualnya juga rasanya “eman-eman”. Karena batik itujuga sudah puluhan tahun dirawat dan tidak pernah digunakan, selain itu motifnya yang klasik juga menjadi sebuah keindahan tersendiri ketika melihatnya.

Kebanggaan terhadap batik tulis adalah sebuah kehormatan tersendiri, disamping filosofimotifnya yang mendalam, rasanya ada kesejukan tersendiri ketika memakai batik, mungkin itulah mengapa para kolektor batik nekat berburu batik langka untuk dikoleksi.

Beberapa motif yang sangat dicari adalah, motif Jawa Hokokai, Motif Udan Liris Klasik, Motif Babon Angrem, Motif Sekar Jagad, dan masih banyak lagi. sekali lagi meskipun sudah banyak yang membuat motifnya kembali, namun batik tulis klasik menjadi sebuah keindahan tersendiri untuk dikoleksi.

Dengan mengoleksi batik tulis, maka peluang untuk tetap lestarinya batik tulis masih sangat terbuka lebar, selebihnya bagaimana kita tetap berusaha untuk membuat karya seni batik tulis semakin menambah khasanah budaya Bangsa Indonesia.

Semoga batik tulis semakin berkembang dan tetap lestari sampai anak cucu kita nanti.

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Batik Indonesia : Kolektor Batik, Berburu Batik Langka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *