Prajnaparamita Indonesian Batik, Demi Lestarinya Budaya dan Batik Tulis Indonesia

Sekilas memang dengan berbagai usaha yang kami lakukan, kami belum mampu merubah dunia, atapu paling tidak memberikan yang terbaik kepada bangsa Indonesia. Tetapi dalam setiap kesempatan kita berusaha untuk bagaimana paling tidak memiliki ide dan inovasi yang nantinya sedikit banyak bisa melakukan sesuatu demi lestarinya budaya dan batik tulis Indonesia.

Hari ini, kita kedatangan keluarga baru di galeri Prajnaparamita Indonesian Batik. Sebuah andong atau dokar tua klasik yang jauh dibawa dari Jawa Timur. Tentu saja tanpa kuda, kasihan kudanya nanti harus panasan buat jadi model di galeri. Ehehe.

Andong atau dokar ini juga dari tahun 1970, persis seperti motif Kakrasana yang ada di galeri batik kami disini, di desa Girilayu. keadaannya juga masih cenderung bersih dan terawat, karena pemilik sebelumnya juga sangat rain merawat andong ini.

Setelah pensiun dari dunia perdokaran, andong ini menjadi salah satu koleksi barang antik yang kalau dilihat pada zaman sekarang, sudah sangat sedikit yang menggunakannya sebagai alat transportasi, kecuali di beberapa tempat wisata.

Kedatangan andong klasik ini memberikan suasana dan semangat baru untuk tetap memperjuangkan keberadaan andong atau dokar di Indonesia. Paling tidak mengenang bahwa dulu kita juga memiliki alat transportasi klasik yang unik dan menarik.

Meskipun banyak yang kurang paham dengan tujuan kita mendatangkan andong ini ke galeri batik kami di desa Girilayu.

Andong atau dokar ini sebagai bukti bahwa kita masih sangat menyayangi dan membanggakan budaya daerah sendiri, sama sebelumnya seperti batik tulis yang susah payah kita perjuangkan aga tetap bertahan dan para pengrajinnya memiliki semangat yang lebih baik untuk tetap berkarya dalam dunia batik tulis.

Selain sebagai penunjang galeri batik tulis Prajnaparamita Indonesian Batik, andong ini juga merupakan salah satu warisan budaya yang sudah sejak zaman dahulu sudah ada bahkan pada zaman kerajaan. Dengan demikian, paling tidak kami sudah berusaha mengembaluikan dan melestarikan salah satu warisan budaya yang sangat berharga ini.

Dengan background ratusan batik yang berjejer rapi seakan ingin memberikan salam hangat kepada para pengunjung serta ucapan terima kasih kami sebesar-besarnya kepada para pecinta batik tulis terutama dari daerah di Desa Batik Girilayu.

Akhirnya…

Semoga di negeri kita yang indah ini, di tanah air tercinta ini, kami menghaturkan salam rindu kepada para pecinta budaya, kepada para penggerak seni budaya, tetaplah berjuang untuk mengembangkan budaya dan keunikan yang kita warisi dari para pendahulu kita.

Tetaplah semangat membangun bangsa, tetaplah berdiri membangun negeri.

Terima Kasih telah berkunjung dan membaca,

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *