Rahasia Jodoh yang Tersimpan dalam Motif Batik Tulis Indonesia

Selamat Malam para penikmat sepi dan kopi hitam dalam gelap wangi bunga sedap malam. Salam hangat dan hormat kami dari bawah hamparan pohon kaliandra dan semilir angin dingin lereng Gunung Lawu. Semoga selalu dalam kebahagiaan dan penuh rasa syukur, karena hari ini akan kita bahas mengenai rahasia jodoh yang tersimpan dalam motif batik tulis indonesia.

Kita mengenal bibit, bebet dan bobot dalam pemilihan jodoh untuk kehidupan jawa, ketika filosofi itu kita makan secara mentah, maka kita akan berpaku pada konsep materi dan keduniawian. Padahal, ada makna yang lebih jauh dari itu. Filosofi ini benar memang mencari yang sesuai dengan kriteria kita.

Karena orang Jawa sangat terkenal hati-hati dalam hubungannya dengan pasangan hidup, karena bukan hanya sampai besok pasangan ini akan membina rumah tangga. Karena itu harus mampu untuk memaknai bagaimana menerima jodoh pilihan Tuhan.

Benar, jodoh kembali kepada Tuhan Sang Pencipta, namun bukan manusia apabila tidak ingin meminta yang baik, meminta yang sesuai dengan bibit, bebet dan bobot itu. Meminta kepada Tuhan adalah sebuah pengharapan, bagaimana nantinya bisa membina keluarga yang baik berdasarkan konsep agama dan sekaligus konsep filosofi kehidupan Jawa.

Karena memilih pasangan hidup yang ideal adalah salah satu fase penting perjalanan hidup manusia. seperti halnya sebuah motif batik, kita dihadapkan kepada kesempurnaan sebuah hasil karya seni yang benar-benar mewarisi kehidupan orang Jawa dalam hal ini juga berkaitan dengan jodoh.

Pertama.

Memilih kain batik dengan kualitas yang baik adalah salah satu faktor penting. Dalam hubungannya dengan jodoh, kita juga harus mampu memilih asal usul yang baik. Bukan dalam artian harus “darah biru”, namun lebih kepada asal usul yang baik, dari keluarga yang baik pula.

Baik dalam artian karena nantinya pasangan kita akan menemani kita dalam melukis motif kehidupan dalam kain yang kita pilih tadi. Ketika kita hanya asal memilih kain yang akan dipakai untuk membatik, maka hasilnya juga tidak akan maksimal.

Kedua.

Dalam berbagai motif batik, kita juga harus mampu untuk memilih motif yang bisa membawa kehidupan kita lebih baik. Sekaligus mampu memiliki arti kehidupan yang benar-benar sesuai dengan pilihan kita, tidak banyak menuntut tidak banyak meminta, namun mampu saling melengkapi satu dengan yang lain.

Keseimbangan motif batik akan menjadi sebuah karya yang indah, sama seperti ketika memilih pasangan, ketika ukel dan cecek mampu saling melengkapi, maka motif batik akan terlihat dominan seluruhnya, bukan hanya pada salah satu motif saja.

Motif ini akan menjadi salah satu titik dimana manusia diuji kesetiaannya, diuji dalam kehidupannya. Konsistensi dalam sebuah motif batik juga akan membuat batik tersebut mampu saling mengisi kekosongan dan menjadikannya lebih indah, sama seperti ketika kita memilih pasangan.

Ketiga.

Dalam pemahaman yang ketiga, batik akan sempurna ketika memiliki “jangkeping warni”, artinya memiliki warna yang sesuai dengan motif kehidupannya. Tidak berlu berlebihan dan selalu mempu saling menyempurnakan kekurangan pada motif yang telah dicanting sebelumnya.

Yang kedua adalah “rahayu ing mana” artinya adalah saling memiliki dan saling berbagi keistimewaan agar batik tersebut selain indah dipandang mata, juga mampu menjadikan kehidupan di sekitarnya menjadi indah.

Kemudian, “unggah-ungguh”, saling menghormati menjadi faktor penting lainnya untuk menjadikan jodoh pilihan kita adalah yang paling baik diantara yang lainnya, mengapa, karena kita saling mampu menjaga kekurangan pasangan kita dan menghormati kekurangan yang dimiliki oleh pasangan kita.

Yang terakhir adalah “wasis”, artinya pintar dalam menjadikan setiap peluang hidup untuk diusahakan dalam tujuannya mendekati kesempurnaan hidup baik di dunia dan hidup di akhirat. Dengan saling mendukung, saling mengingatkan, saling melengkapi, maka motif batik kehidupan jodoh kalian akan menjadi pilihan kalian yang paling tepat.

Meskipun ada lima perkara yang manusia tidak akan mampu mengetahui dengan pasti yaitu “siji pesthi (mati), loro jodho (jodoh), telu wahyu (anugerah), papat kodrat (nasib), dan lima bandha (rezeki). Namun bukan berarti manusia hanya menunggu jodoh tersebut dijatuhkan dari langit.

Masing-masing manusia hanya bisa berusaha dengan berdasarkan niat yang baik dan usaha yang tanpa henti. Ibarat Dewi Supraba harus turun dari khayangan untuk menjemput Arjuna dan sebaliknya, Arjuna yang bersemedi dan berdoa dengan meninggalkan segala hal keduniawian untuk menunggu kedatangan sang bidadari Dewi Supraba.

Yang terakhir, motif batik ini akan menjadi sebuah catatan panjang sejarah kalian memilih jodoh sesuai dengan yang kalian inginkan, dan berharap nantinya akan mampu mengukir motif yang indah dalam kehidupan bersama menuju bahagia.

Jdai mulai dari sekarang, introspeksi diri benahi diri dan tetap berusaha yang terbaik, berdoa yang khusyuk sembari Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta mengirimkan jodoh yang kalian inginkan.

Yang belum diketemukan semoga cepat dipertemukan, dan yang sudah berjodoh semoga diluaskan hamparan berkah dan rezekinya untuk membuat motif batik kehidupan yang indah.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *