Karakter Pemimpin yang Dilukiskan dalam Motif Batik Mahkota Giritunggal

Hello para netizen, terutama bagi kalian yang sangat mengagumi batik tulis. Kali ini kita mau berbagi salah satu koleksi dari galeri Prajnaparamita Indonesian Batik yang bermarkas di Desa Batik, Desa Girilayu. Sudah lama tidak pamer, ada satu motif yang sangat eksotis untuk menjelaskan karakter pemimpin yang dilukiskan dalam motif batik Mahkota Giritunggal.

 Membuat batik tulis masih cenderung mudah untuk dipahami dan kemudian direalisasikan. Namun ketika kita berusaha mencari filosofi untuk batik tulis itu, menjadi sebuah kesulitan tersendiri, karena selebihnya filosofi itu sendiri adalah doa untuk para pemakai batik.

Disini kita akan membahas Batik Tulis Motif Mahkota Giritunggal. Selain membahas fisiknya kita juga akan membahas apa sih makna yang ingin disampaikan oleh pembatiknya.

Batik berukuran 2,5 x 1,1 meter ini memiliki kekhasan warna ala sogan Solo yang memiliki kombinasi cokelat, hitam dan putih krem. Warna sogan yang menunjukkan bahwa batik ini memberikan kesan yang adem dan kalem, tidak terlalu berlebihan dan elegan untuk dipakai.

Menuju ke motif utama, yaitu motif lingkaran tidak sempurna yang dihiasi motif padi  dan ornamen bunga melati di bawahnya. Selain itu beberapa cecek ikut menghiasi motif tersebut. Mirip dengan motif babon angrem tetapi karena tidak dipisahkan, jadi lebih seperti lingkaran sempurna.

Beralih ke motif lainnya yaitu lingkaran kecil yang masih berisi dengan ornamen dua burung dalam lingkaran kecil yang juga di hiasi dengan hiasan padi di sekitar lingkaran.

Salah satu ornamen burung juga dominan terlihat berjajar di antara empat motif yang menjadi makna utama batik ini. Dan ditutup dengan motif meru atau gunung yang juga ditambah motif setengah lingkaran khas motif Solo.

Sebagai pelengkap, ada motif ukel dan ornamen bunga yang memenuhi batik tersebut. memancarkan keindahan tersendiri ketika melihat fisik dari batik tulis ini. Sedikit terlihat rumit tetapi mampu memberikan cita rasa seni yang luar biasa dalam setiap bentuknya.

Kita akan beralih menuju filosofinya.

Batik ini sepertinya lebih cocok dipakai untuk seorang pemimpin, karena pada dasarnya, filosofi yang terkandung merupakan ilustrasi dari pemimpin yang bijaksana.

Dilihat dari motif utama yang bisa berarti surya atau matahari yang bisa memberikan manfaat kepada setiap orang yang ada di sekitarnya, atau bisa juga diartikan sebagai babon atau induk yang juga harus mampu menjadi pelindung baik bagi anak-anaknya, atau segala hal yang ada di sekitarnya. Selain itu tambahan bunga melati berarti juga memiliki tingkah perilaku yang harum dan mencerminkan pemimpin yang baik.

Kemudian menuju ke motif yang kedua, motif lingkaran yang lebih kecil dari motif yang pertama yang bisa berarti menjadi pemimpin yang memimpin pemimpin. Maksudnya adalah ada tataran urutan setiap manusia baik dalam pemerintahan maupun kehidupan pribadi.

Dan pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri. Meskipun begitu, pemimpin pada lingkup yang lebih luar harus lebih mampu memimpin para pemimpin di bawahnya agar terjadi keseimbangan yang mampu mewujudkan kesejahteraan manusia.

Motif burung adalah sebuah harapan dan cita-cita yang luhur untuk membangun negeri, membangun bangsa dengan keluhuran, mampu melaksanakan amanah yang merupakan harapan masyarakat beserta gita cita dan doa yang begitu bermakna untuk terus mampu menjadi seseorang yang bisa memegang teguh amanat tersebut.

Seperti yang dahulu kita jelaskan, motif meru atau gunung berarti selalu ingat kepada Yang Maha Menciptakan, selalu beribadah sesuai dengan keyakinan, dan selalu ingat bahwa kekuasaan tertinggi ada pada Tuhan Yang Maha Esa.

Jabatan pemimpin di dunia hanya merupakan fatamorgana, hanya merupakan alat untuk kita lebih mampu introspeksi dan mengingat bahwa segala sesuatu di dunia hanya bersifat sementara.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita berada dalam lingkup kehidupan masyarakat yang rumit dan beraneka ragam sifat dan karakter, seperti yang coba disampaikan oleh motif ukel di sekitar motif utama tersebut.

Ketika seorang pemimpin memiliki empat karakter utama tersebut, maka secara otomatis rakyatnya akan tumbuh dan berkembang beriringan dengan para pemimpin yang telah diberikan amanah. Mereka akan melindungi pemimpinnya, dan mereka akan selalu memberikan dukungan yang terbaik agar kehidupan berbangsa dan bernegara juga seindah motif batik tulis Mahkota Giritunggal tersebut.

Dan pada akhirnya, hanya doa dan harapan yang begitu besar kita berikan kepada para pemimpin yang akan memimpin bangsa ini, semoga mereka selalu diberikan kesehatan dan kebijaksanaan untuk masyarakat yang adil dan makmur berasaskan Pancasila.

Dari desa Batik kecil kami berharap, semoga filosofi yang ada pada batik ini juga menjadi sarana untuk masyarakat agar lebih ikut bertanggung jawab membangun negeri bersama para pemimpin, siapapun pemimpinnya, kewajiban kita bersama untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekian, salam hangat dari para pembatik untuk negeri.

Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

2 Comments

  1. Pingback: Motif Batik Mahkota Giritunggal, Karakter Pemimpin

  2. Pingback: Batik Solo : Pemimpin di Batik Mahkota Giritunggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *