Edisi Ramadhan : Batik Besurek, Budaya Batik yang Berpadu dengan Keindahan Kaligrafi

Yuhuuu, selamat siang semuanya, sudah menuju hari kedua bulan Ramadhan, masuh kuat puasanya. Cuaca kali ini sedang hujan, semoga menjadi berkah dan anugerah tersendiri bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kali ini sesuai dengan edisi ramadhan, kita akan membaha tentang Batik Besurek, yang memiliki motif kaligrafi huruf arab, bagaimana budaya batik yang berpadu dengan keindahan kaligrafi? Langsung saja kita bahas.

Tahukah Kalian?

Batik besurek bukan merupakan batik khas pulau Jawa, tetapi dari pulau Sumatera, tepatnya adalah daerah Bengkulu. Menurut wikipedia Asal usul dinamakan Batik Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif-motif bertuliskan kaligrafi Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan.

Sejarahnya adalah batik motif ini diperkenalkan oleh para pedagang arab yang singgah di Bengkulu. pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17 kepada masyarakat di Bengkulu. Seiring dengan perkembangannya, seni dalam membuat motif pada kain tersebut dipadukan dengan tradisi Indonesia yang berciri khas Bengkulu.

Namun ada sebagian orang yang beranggapan bahwa kain besurek awalnya dikenalkan pada masa pada saat pengasingan pangeran Sentot Ali Basa dan keluarganya dari pulau Jada  di Bengkulu oleh Kolonial Belanda. Pada saat pengasingan itu keluarga Sentot Ali Basa membawa bahan dan peralatan membuat batik, yang tujuannya untuk mengisi kesibukan selama di pengasingan. Pada saat keluarga Sentot Ali Basa melakukan pekerjaan membatik, warga Bengkulu melihat dan memperhatikan mereka.

Batik Besurek tidak hanya memiliki motif kaligrafi, tetapi ada juga motif yang lain yang juga dikembangkan oleh pemerintah Bengkulu seperti motif bunga padma raksasa, motif rafflessia, motif kaligrafi, motif rembulan, dan lain sebagainya.

Sebelum pengaruh Islam masuk, warna yang mendominasi kain Besurek Bengkulu umumnya adalah warna hitam atau biru, warna merah, merah hati, coklat, kuning atau kekuningan. Kain Besurek dengan warna hitam atau biru biasanya digunakan untuk menutup mayat dan menutup keranda. Sementara itu, kain Besurek dengan warna merah, merah hati, coklat, kuning dan kekuningan biasanya digunakan untuk keperluan upacara adat seperti untuk  penganten  dan  pernikahan.

Dalam motif batik besurek kaligrafi, menggunakan huruf arab menjadi seni tersendiri dan membutuhkan keahlian serta pemahaman tentang kaligrafi huruf arab yang mampu berpadu dengan seni budaya khas Indonesia.

Dengan adanya motif kaligrafi, khasanah batik tulis di Indonesia semakin banyak dan memiliki berbagai macam pilihan untuk dipakai. Motif batik kaligrafi ini juga menjadi salah satu warisan budaya yang harus lebih kita jaga dan lebih kita lestarikan.

Ada yang tertarik memiliki atau membuat batik besurek motif kaligrafi?

Itu saja dulu sebagai pembuka tema tentang Ramadhan dan sebagai inspirasi untuk lebih mengembangkan dan melestarikan batik Nusantara. Karena masih banyak di luar sana yang kita belum ungkap segala hal tentang batik tulis.

Semoga segala amal ibadah puasa bagi yang menjalankan akan mendapat ridho dan berkah dari Allah S.W.T.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1439H.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *