Explore Desa Batik Girilayu, Jantung Harus Tetap Berdetak Untuk Sebuah Motif Batik

Wooohooo, hari minggu yang seru untuk liburan dan jalan-jalan mencari berita dan cerita tentang batik. Selamat datang kembali di Prajnaparamita Indonesian Batik. Masih dari desa yang penuh cerita batik Desa Girilayu, dan masih di area Dusun Babatan, dimana jantung harus tetap berdetak untuk sebuah motif batik.

Apa cerita di balik itu semua, langsung saja.

Perkenalkan, namanya mas Agus, lupa menanyakan nama lengkapnya. Ketika kami datang beliau masih sibuk dengan pekerjaannya, padahal masih pagi ketika kami berkunjung. Di sebuah dusun di Desa Girilayu, dan bisa kalian tebak jika beliau juga ada hubungannya dengan dunia batik.

Deras aliran Kali Samin terdengar sayup di kejauhan, pohon bambu dan beberapa mahoni berdansa dengan iringan angin sepoi yang membuat suasana terasa semakin sejuk.

Benar sekali, mas Agus adalah seseorang yang juga bergelut di dunia batik, lebih tepatnya sebagai motif maker, pembuat motif dan penggambar motif di kain yang nantinya akan digunakan para pembatik untuk membatik.

Dari tangan terampil mas agus sudah ratusan batik yang dibuat. Meskipun tidak semua motif yang dia buat adalah karyanya sendiri, ada yang memesan, ada yang menitipkan untuk digambarkan ke dalam kain. Ada juga yang membawa batik untuk dicontoh dan di motifkan kembali.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari beliau, hanya sebuah cerita yang bisa menjadi inspirasi untuk kita bersama. Cerita yang mampu mengubah paradigma kita, dan cerita yang bisa membuat kita lebih jatuh cinta kepada batik.

Sudah 2 tahun mas Agus mempelajari motif dan menggambar batik, di depan meja kerjanya beliau dengan serius menggambar motif batik, hanya dari selembar kertas kecil. Kereen.

Banyak pembatik di Desa Girilayu juga memesan motif kepada beliau, dengan fee yang kami rasa sangat sedikit untuk menggambar dalam kain ukuran 2.5 m x 1.15m. Dalam sehari bisa menyelesaikan 1 sampai 2 motif yang siap dibatik, tetapi tergantung juga dengan kesulitan motifnya, ditambah lagi beliau juga harus menambah beberapa motif tambahan agar semakin bagus.

Terkadang beliau membuat motif yang tidak dipatenkan agar batik masih bisa berkembang dan lebih memiliki ragam variasi yang lebih banyak lagi. pelan tapi pasti satu per satu motif diselesaikan dengan baik, dengan berbagai pesanan, terkadang beliau harus menolak beberapa pesanan karena masih banyak yang menumpuk.

Ketika pemuda lain memilih untuk merantau ke negeri nun jauh di sana, beliau bergelut dengan batik dan berusaha memberikan yang terbaik kepada perkembangan batik Indonesia pada umumnya dan Desa Girilayu pada khususnya.

Iya, benar sekali beliau masih sangat muda, mungkin baru sekitar 25 tahun. Di sebuah dusun dan desa yang hidup berbudaya dengan batik tulis. Setidaknya ingin menjadi inspirasi dan motivasi untuk generasi muda yang sekarang terlalu terjebak dengan dunia maya.

Pendapatan yang tidak seberapa bukan menjadi sebuah halangan, tetapi semangat dan ketekunan yang membuat beliau ingin membuktikan pada dunia bahwa disini ada perjuangan untuk batik yang harus disampaikan kepada dunia luas.

6

Tetapi.

Dibalik semua kerja kerasnya itu mas Agus ternyata juga harus berjuang dengan kondisi jantungnya yang memiliki kebocoran. Dari situ kami tertegun, perjuangan beliau ternyata juga tidak main-main untuk batik. dan merupakan hal yang luar biasa.

“Jangan pernah melihat seseorang dari fisiknya, tetapi lihat apa yang dia perjuangkan di sisi gelapnya”

Baiklah, mungkin di luar sana juga banyak yang lebih berjuang untuk batik, dan kami juga tahu dan respect untuk mereka. yang menjadi perhatian kami adalah, dimana generasi seperti mas Agus yang benar-benar memiliki the power of will, keinginan yang kuat untuk mengembangkan batik.

Sebuah cerita yang ingin kami abadikan untuk membuat sedikit perubahan kepada dunia batik. Dari seorang pemuda yang di mata kami adalah seorang yang benar-benar ingin membuat batik menjadi lebih baik di masa mendatang.

Kami tunggu generasi yang memiliki citarasa untuk mengembangkan batik, kami tunggu detak jantung yang terus berdetak kencang untuk membangun dinasti batik yang megah, dkerajaan budaya yang beraneka ragam, dan bumi batik yang penuh cinta damai, Indonesia.

Sekian dulu, kita lanjutkan besok, dengan rahasia yang tak pernah di ungkapkan dari pembatik Udan Liris. Penasaran? Besok.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Gallery, Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Desainer Batik : Mas Agus, Penggambar Motif Kain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *