Melihat Indonesia Lebih Dekat Bersama Berbagai Motif Batik Klasik

Ciluk..Baaa..Ehehe. Iya-iya jangan marah, kami bolos tiga hari tidak membuat artikel, karena sedang sibuk dengan real life. Terima Kasih yang masih stay dan menunggu update berita kami, semoga kalian nanti banyak rezekinya, aamiin. Hari ini kita mau melihat Indonesia lebih dekat bersama berbagai motif Batik Klasik. Let’s serious.

Seperti yang kita tahu Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan dan krisis yang membuat negara Indonesia harus tertatih berjuang agar tercipta sebuah kedamaian di tanah air kita tercinta ini. Banyaknya pihak yang ingin negara Indonesia terpecah belah menjadi sebuah rintangan yang sangat sulit untuk bangsa ini hadapi.

Sebagaimana dalam dunia batik kita membutuhkan proses yang sangat rumit untuk menjadi sebuah batik, begitu juga negeri kita, Indonesia. Yang begitu memiliki ragam perbedaan suku, agama, dan golongan. Seperti sebuah motif batik yang juga memiliki banyak ragam perbedaan satu dengan yang lain.

Bangsa Indonesia sedang kehilangan budaya, budaya untuk saling menghormati dan menghargai, saling menyatukan apa yang membedakan. Sedangkan batik sudah lebih dulu mampu untuk bagaimana membuat banyaknya motif mampu bersatu dalam berbagai motif dan warna menjadi sebuah mahakarya Batik Indonesia.

Warna-warni batik yang menjadi kebanggaan bangsa indonesia ini, seharusnya bisa menjadi contoh bahwa kalau kita bersatu, betapa indahnya motif batik yang akan dihasilkan oleh warna itu. Ditambah lagi, warna yang memiliki filosofi dan karakter yang saling melengkapi satu sama lain, bukan malah menjadikannya berbeda.

Lihatlah sejenak.

Motif Babon Angrem selalu percaya bahwa calon anak yang sedang dieraminya nanti akan menjadi ksatria yang mampu bertahan dalam berbagai ujian serta selalu mampu menyatukan apa yang tidak seharusnya dipisahkan.

Dan lihatlah.

Layaknya motif batik Parang, kita adalah ksatria yang sedang diuji dengan berbagai cobaan, kita sedang dipenuhi oleh nafsu angkara murka. Ketika jabatan dan harta kekayaan menjadi godaan ketika kita sedang memperbaiki diri. Kita sedang berperang dengan ego dan hati nurani kita masing-masing.

Di dalam motif Kawung, selalu mencontohkan kita agar selalu rendah hati, agar kita tidak berlebihan dalam hal duniawi. Dan selalu bersabar agar nantinya kita bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa perlu membedakan persatuan dan kesatuan kehidupan manusia.

Di dalam motif Sekar Jagad, kita diajarkan untuk bagaimana menjadikan berbagai warna bisa menjadi sebuah kesatuan yang begitu indah, begitu mempesona dalam keindahan batik tulis. Dan nantinya kita juga harus bisa menyatukan berbagai ragam perbedaan yang kita miliki sebagai sebuah motivasi untuk lebih bersatu padu.

Dalam gerimis motif Udan Liris, sudah sewajibnya bagi kita untuk berdoa kepada sang pemilik alam semesta, agar ksatria kami selalu berada dalam lindunganNya. Agar Merah Putih tetap tegar berkibar dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan untuk kita bersatu.

Dan akhirnya.

Sekarang menjadi kewajiban kita, untuk terus menerus memberikan dukungan kepada Bangsa Indonesia agar mampu menghadapi setiap halangan dan rintangan yang harus dilalui.

Selalu berhati-hati dalam melukiskan kehidupan, tidak terburu-buru namun tetap konsisten, menjadikannya motif yang membuat ibu pertiwi kita bangga.

Kita tidak perlu menyalahkan orang lain atau menambah keruh suasana. Kita hanya perlu banyak introspeksi sampai dimana kita berusaha untuk tetap memberikan yang terbaik kepada negara kita, Indonesia. Dan tetap kembali memberikan cinta dan kebanggaan karena kita lahir di sini, tanah batik dan bumi kebudayaan, Indonesia.

Dan, ada sebuah kutipan menarik untuk kita renungkan bersama.

“Cara Yang Paling Ampuh Untuk Memprediksi Masa Depan Adalah Dengan Menciptakannya”

Jadi, kita harus bangkit untuk Indonesia, yang sedang berjuang untuk kemakmuran kita bersama. Semoga tulisan ini mampu menjadi sebuah renungan dan sebuah motivasi agar kita selalu dalam satu cinta, satu jiwa, tanah air kita, Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *