Unik, Melihat Kembali Kenangan Pernikahan Adat Jawa Tahun 80-an

Selamat Malam, selamat berkumpul bersama keluarga dan bersantai sambil membaca artikel dari kami, Prajnaparamita Indonesian Batik. Hari ini kita mau bersantai tidak membahas rumitnya motif babon angrem. Kita mau kembali mengenang masa lalu, melihat kembali kenangan pernikahan adat Jawa tahun 80-an.

Tentu saja bukan admin, admin masih single dan masih mencari figuran untuk diajak patungan membeli buku nikah. Kamu mau patungan sama admin?

Kembali ke pernikahan, menikah sesuai adat jawa dikenal memang unik dan menarik. Bagaimana tidak, urutan tata cara adat mulai dari acara lamaran sampai bulan madu pasti ada tradisi tersendiri. Meskipun sekarang juga masih sering kita jumpai di pernikahan-pernikahan modern saat ini.

Bagi Bapak atau Ibu yang menikah pada tahun 1980-an ke sini, pasti memiliki kenangan yang spesial. Bagaimana tidak, dahulu, pernikahan merupakan sesuatu yang sangat sakral, sehingga ketika setelah menikah, orang tua pada era tersebut cenderung memiliki level kesetiaan yang lebih tinggi, ditambah lagi mereka memahami bahwa menikah itu bukan main-main, apalagi sebuah hobi.

Yang paling menarik menurut kami adalah pemakaian baju adat jawa yaitu mempelai perempuan dengan cunduk mentulnya dan mempelai pria dengan beskap hitam dengan mahkota yang panjang. Dari semua itu, pernikahan adat Jawa sangat dekat dan sangat identik dengan batik.

Pemakaian beskap dan kebaya juga sudah menjadi tradisi adat Jawa yang sampai sekarang masih dipertahankan. Bedanya, ketika zaman dahulu busana pengantin bisa sampai 3 jenis pakaian yang berbeda.

Dan dari ketiga busana itu juga memiliki pasangan batik yang berbeda sesuai waktu pemakaian, penggunaan batik jenis Sido Mulyo, Sido Asih, Sido Luhur juga masih mendominasi pasangan beskap dalam pernikahan tahun 1980.

Karena pada dasarnya batik sebagai pakaian yang turun-temurun diwariskan kepada kita sejak zaman Majapahit. Dan mungkin saja, pernikahan Raden Wijaya dengan Prajnaparamita Narendraduhita juga memakai batik. seperti yang kalian tahu, Arca Prajnaparamita juga digambarkan memakai batik.

Kembali lagi ke tahun 1980, ada sisi historis tersendiri ketika kami melihat foto-foto pernikahan yang dilangsungkan pada tahun 1980. Ada sisi kenangan tersendiri yang membuat kami merasa terharu dan seolah-olah terbawa ke masa itu.

Kalau Bapak dan Ibu tidak percaya, silahkan lihat koleksi foto pernikahan Bapak serta Ibu yang menikah sekitar tahun 1980.

Memang sepertinya terlihat biasa saja, dan tidak istimewa, namun sejarah tidak pernah berkata begiru. Ada nilai sentimentil tersendiri apabila kita ingin mencoba memasuki masa lampau, mencoba memutar ulang video kenangan di memori kita pada masa yang tidak seperti sekarang.

Dan, tahukah kalian, ada 2 anak perempuan kecil yang disini disebut “patah” yang berada di depan, dan nantinya duduk disamping kedua mempelai. Ada lagi “talang pati” yaitu pemuda jejaka yang mengiringi kirab pengantin ketika akan menuju pelaminan.

Sebagai bonus dan penutup, satu fakta lagi yang kalian bisa buktikan sendiri.

Foto pernikahan pada tahun 1980-an jarang yang menunjukkan ekspresi bahagia, selain dari cemberut dan merem. Mereka tidak memiliki ekspresi yang bahagia ketika menikah, tetapi penuh dengan beban seperti tanggungan hutang. Ehh.

Dan bagi Bapak dan ibu yang menikah pada era 1980-an, sekarang sedang tersenyum mengenang masa-masa romantis ketika menikah. Ada sudut kebahagiaan tersendiri yang tidak mampu dibayar dengan apapun.

Terima Kasih sudah membaca dan mengenang sejenak pernikahan era belum ada smartphone. Jangan lupa kalian bisa berkunjung kapan saja, berkomentar, share apabila informasi dalam artikel ini berguna dan berharga untuk kalian.

Kalian juga bisa mencari informasi kami di pusat berita dan informasi menarik lainnya di situs atau aplikasi BaBe, dan kalian bisa download aplikasinya langsung di smartphone untuk ikutan mengakses artikel kami.

Jangan lupa bersyukur, berbatik, dan tersenyum.

Salam Hangat, Salam tahun 1980-an.

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *