Explore Desa Batik Girilayu, Betapa Sulitnya Proses Pewarnaan Batik Tulis

Hei..hei..hei, selamat sore, meskipun cuaca sedikit mendung di sini, tetapi kami Prajnaparamita Indonesian Batik tetap akan berusaha hadir untuk kalian. sebagai kelanjutan dari artikel kemarin, kita mau mengulas sedikit tentang betapa sulitnya proses pewarnaan batik tulis, dan masih Explore Desa Batik Girilayu.

Seperti yang kita bahas kemarin ada pasangan Romi dan Yuli, eh, Yudi dan Yuli, salah kan. Mereka dua diantara banyaknya para pengrajin batik di Desa Girilayu. Dan raden mas Yudi ini sudah mampu untuk memproses sendiri pewarnaan batik yang siap untuk diwarnai.

Perlu diketahui, di Desa Batik Girilayu, hanya beberapa yang sudah menguasai proses pewarnaan batik. selain itu mereka hanya merupakan buruh dan tenaga membatik dan juga pembuat desain motif. Karena itu perkembangan batik di desa Girilayu juga berlangsung cukup lama.

Selain itu, lebih majunya proses pewarnaan di kota besar seperti Surakarta lebih dahulu memiliki nama daripada proses di Desa Girilayu. Maka dari itu, tidak sedikit juga yang memilih melanjutkan proses pewarnaan di Solo meskipun jarak tempuh yang lumayan jauh.

Kembali ke proses pewarnaan. Dalam mewarnai batik, membutuhkan ketelitian tersendiri agar proses pencelupan warna tidak mengalami kesalahan atau bahkan belang. Untuk warna muda, cenderung masih bisa diperbaiki, namun untuk warna batik yang gelap atau tua, maka membutuhkan perhatian yang lebih untuk prosesnya.

Proses pewarnaan yang dilakukan oleh Mas Yudi bisa sampai 4 kali atau lebih tergantung jumlah warna yang diinginkan. Dan disinilah peran beliau, terkadang para pembatik tidak mengerti tentang proses pewarnaan, mereka hanya ingin memberikan warna kepada batik mereka.

Proses pewarnaan bagi kami merupakan hal yang rumit, belum lagi apabila menggunakan bahan kimia, takaran yang dibutuhkan. Tetapi kami mendapatkan data bahwa pewarnaan menggunakan bahan kimia kurang lebih seperti berikut :

Pewarnaan Naphtol Dengan Satu Warna

Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin, disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut:

  • Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol, karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3).
  • Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis, tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar.
  • Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes, larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air.
  • Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. Usahakan agar seluruh kain terendam, kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis.
  • Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes, larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut, setelah larut tambahkan air dan aduk. Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3.
  • Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain.
  • Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari.
  • Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Ditiris Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air

Pewarnaan Naphtol Dengan 2 Warna atau Lebih (Celup)

Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada, maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia.

Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet)

Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut:

  • Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. Aduk hingga merata, perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air
  •  Tunggu sampai larutan tersebut dingin, apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan.
  •  Siapkan kain yang sudah di malam, lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki.
  •  Lalu keringkan, pengeringan jangan di bawah matahari. Apabila sudah kering, rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat.
  •  Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali.
  •  Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air

Nah, kan susah untuk mewarnai batik. Jadi jangan kaget kalau batik tulis itu mahal. Tetapi kami yakin sebagian pecinta batik yang berkunjung ke web kami memiliki citarasa batik yang tinggi. Dan lebih mengerti tentang kualitas pewarnaan batik.

Sekian dulu informasi yang ingin kami sampaikan, semoga menambah ilmu pengetahuan tentang batik dan memperluas kesempatan untuk melestarikan dan mempertahankan batik. Jangan lupa kalian bisa berkunjung dan berbelanja batik di tempat kami di galeri kami yang berada di dekat Astana Giribangun.

hehehe

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *