Explore Desa Batik Girilayu, Potret Para Pembatik yang Penuh Integritas Kepada Batik

Selamat pagi pembaca dan pengunjung setia web kami, semoga kalian juga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Masih tetap bersama kami Prajnaparamita Indonesian Batik, yang berusaha ikut berpartisipasi mengembangkan batik sebagai seni dan sebagai perkembangan budaya manusia. Dimulai dari Explore Desa Batik Girilayu, kali ini kita mau membahas potret para pembatik yang penuh integritas kepada batik.

Oh iya, maaf sebelumnya, kami bukan atau belum bagian dari project batik pemerintah lohh, kami mandiri dari ide beberapa anak muda yang ingin melestarikan batik di Desa Girilayu yang gerbangnya besar sekali di dekat pintu masuk Astana Giribangun. Kami ingin merealisasikan apa yang ada setelah gerbang besar yang megah itu.

Kalian pasti bertanya kenapa Desa Girilayu, karena itu adalah tempat kami menemukan dan jatuh cinta kepada batik, tempat yang membutuhkan perhatian yang lebih untuk tetap melestarikan batik. Lagipula basecamp kami Prajnaparamita juga di Desa Girilayu.

Memang pemerintah sudah memberikan banyak bantuan batik materiil maupun non materiil, namun kelihatannya belum ada yang mampu menyentuh ke dalam kehidupan para pembatik. Memang ada, berbagai pelatihan dan pemberian materi tentang batik dan pernak-perniknya, namun mungkin lebih memerlukan perhatian yang lebih dan berkelanjutan agar para pembatik mampu secara nyata mendapatkan manfaat dari semua itu.

Pengabdian para pembatik ini bisa kami bilang tidak main-main, segala dedikasi baik waktu maupun ide kreatif dan pemikiran mereka berikan untuk batik.

Tetapi.

Semua itu menjadi sebuah pengabdian yang mereka sendiri tidak menyadari bahwa ada hal yang besar yang sudah mereka lakukan terhadap batik, melestarikannya.

Meskipun.

Dengan penghasilan yang tidak seberapa dari batik yang dikerjakannya, karena mereka sebagian besar hanya buruh membatik, bukan pengusaha batik. Dari hasil memburuh batik memang hanya mampu menambal sedikit untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Dan mereka asudah bersyukur dengan semua itu.

Para pembatik ini memiliki keinginan untuk membuat batik karyanya sendiri, atau berkreasi dengan motif-motif baru yang mereka miliki dalam idenya. Namun sekali lagi, modal yang mereka miliki hanya keahlian membatik, untuk membuat batik sendiri dibutuhkan modal yang tidak sedikit, belum juga penjualan batik tidak seperti menjual makanan, banyak rintangan dan hambatan untuk menjual kain batik yang sudah selesai.

Komitmen dan kerja keras mengabdi untuk batik hanyalah sebuah perwujudan untuk melestarikan budaya batik tulis di Desa Girilayu. Mewujudkan gerbang yang dibangun dengan megah, merealisasikan bahwa disinilah tempat batik secara turun temurun diwariskan kepada satu generasi ke generasi selanjutnya.

Sekali lagi, kami secara mandiri mencoba memperlihatkan pada dunia bagaimana potret pembatik di Desa Batik Girilayu, dan kami bukan bagian dari pemerintah serta tidak memanfaatkan keuntungan apapun dari pemerintah.

Semua yang kami lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pembatik, dan paling tidak membantu ide dan keahlian mereka sebagai perwujudan melestarikan budaya bangsa Indonesia yaitu batik tulis.

Tentu saja kami juga membutuhkan modal untuk memulai semua itu, dan kami ingin membuka kesempatan bagi para pemilik modal apabila memiliki keinginan untuk berinvestasi melestarikan batik dan para pembatik yang ada di Desa Girilayu pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya.

Untuk itu,

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *