Explore Batik Tulis Indonesia, Rahasia dan Filosofi Warna Sogan Cokelat Batik Pedalaman

Selamat datang kembali di Prajnaparamita Indonesian Batik. Salam hangat dari kami, semoga kalian semua selalu dalam lindunganNya. Kali ini kita akan Explore Batik Tulis Indonesia tentang filosofi motif warna Sogan (merah Kecoklatan) batik pedalaman. Batik pedalaman adalah batik yang berkembang di wilayah pedalaman, cenderung jauh dari pesisir pantai dan mendapatkan pengaruh dari kebudayaan keraton dan kerajaan.

Setelah kemarin kita menjelajahi warna putih, kita menuju ke warna sogan, bagi kalian yang baru mendengarnya, warnasogan adalah warna cokelat kemerahan dan cenderung ke kuning. Nah, bingung kan, sama. Kalau warna putih dominan dengan Yogyakarta, maka warna sogan ini dominan di kota Solo.

Langsung saja kita menuju pembahasan, apa arti dan filosofi warna sogan yang diterapkan ke dalam batik tulis, terutama yang memiliki pakem klasik. Seperti yang kita ketahui, pewarnaan batik bukan pekerjaan yang sembarangan, membutuhkan ketelitian dan kerapian agar warna tidak keluar dari motif yang telah ditentukan.

Warna coklat (soga) ini diidentikkan dengan warna merah, karena pada batik klasik pedalaman tidak ada warna khusus untuk merah. Warna coklat soga ini menggambarkan berkembangnya unsur dari kuasa Tuhan yang tercermin dalam perangai manusia, yaitu sifat-sifat ambisius, angkuh, sombong, serakah, dan dengki (nafsu amarah). Unsur warna merah juga menjadi perlambang watak seseorang yang apabila dapat dikendalikan dan diatur, maka akan menjadi watak pemberani dan bersifat kepahlawanan

Unsur warna merah melambangkan arah mata angin selatan, sebagai arah matahari sedang bersinar dengan teriknya. Hal ini melambangkan manusia dewasa yang penuh dengan gejolak, keberanian, dan semangat yang berapi-api, sehingga diibaratkan dengan warna nyala api, yaitu merah.

Warna merah juga diibaratkan dengan keberanian, tekad yang kuat untuk meraih cita-citanya. Bisa juga diartikan sangat dominan jiwa memimpinnya dan memiliki pengaruh dalam masyarakat. Karakter yang kuat juga mendukung warna sogan merah tua untuk menunjukkan kekuatan yang dimilikinya.

Warna ini adalah simbolis dari warna tanah lempung yang subur, dapat membangkitkan rasa kerendahan hati, kesederhanaan dan “membumi”, selain kehangatan bagi pemakainya. Dalam pemakaiannya terutama warna coklat, sering kita temukan pada motif motif Kawung. Wahyu Tumurun, Semen dan Parang.

Batik di Solo atau Surakarta merupakan bentuk perkembangan dari budaya Mataram yang pecah menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Maka dinasti batik Mataram juga ikut terpecah dan memiliki karakter spesial masing-masing daerah.

Dalam penggunaannya, masih banyak kita temukan dalam acara yang menggunakan adat Jawa. Batik di Surakarta memiliki ragam dan perkembangan yang sangat pesat, terbukti adanya pengusaha besar batik yang telah sukses seperti batik Danarhadi. Semoga kita bisa meniru kesuksesan batik Danarhadi agar dinasti batik tetap jaya dan lestari.

Sepertinya itu saja dulu, nanti kita sambung lagi dengan arti warna hitam pada motif kain batik Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Arti Motif Batik : Warna Sogan Cokelat Batik Pedalaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *