Batik dan Beskap Konstelasi Budaya yang Tidak Terpisahkan

Hello again, masih bertemu dengan admin Prajnaparamita Indonesian Batik yang bertugas hari senin ini, masih terlihat cantik sedari pagi tadi. Dari judulnya sudah keren bukan, hari ini setelah tadi baru saja membahas Among Rawuh, kali ini kita akan membahas busana atasan yang dipakai oleh para among rawuh itu, yaitu beskap.

Apa itu beskap?

Pakaian adat pria ini merupakan pakaian adat gaya Surakarta, bentuknya seperti jas didesain sendiri oleh orang Belanda yang berasal dari kata beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan. Warna yang lazim dari beskap biasanya hitam, walaupun warna lain seperti putih atau coklat juga tidak jarang digunakan.

Dari Wikipedia yang menyatakan bahwa Beskap atau jas tutup adalah sejenis kemeja pria resmi dalam tradisi Jawa Mataraman untuk dikenakan pada acara-acara resmi atau penting. Busana atasan ini diperkenalkan pada akhir abad ke-18 oleh kalangan kerajaan-kerajaan di wilayah Vorstenlanden namun kemudian menyebar ke berbagai wilayah pengaruh budayanya.

Beskap berbentuk kemeja tebal, tidak berkerah lipat, biasanya berwarna gelap, namun hampir selalu polos. Bagian depan berbentuk tidak simetris, dengan pola kancing menyamping (tidak tegak lurus). Tergantung jenisnya, terdapat perbedaan potongan pada bagian belakang, untuk mengantisipasi keberadaan keris. Beskap selalu dikombinasi dengan jarik (kain panjang yang dibebatkan untuk menutup kaki.

Apa hubungannya dengan batik?

Pemakaian beskap dalam adat budaya Jawa memang diciptakan untuk melengkapi pemakaian batik sebagai nyamping atau jarik dan blangkon. Karena trilogi busana budaya adat Jawa ini masih bisa kita temukan dalam kehidupan modern, terutama ketika menghadiri sebuah acara pernikahan adat Jawa.

Pemakaian ketiga busana ini melambangkan kehidupan dorang Jawa yang elegan dan penuh filosofi kesederhanaan. Penggunaan batik bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi salah satu karakter utama dalam busana adat Jawa.

Dalam pernikahan sering kita temukan dipakai oleh pranatacara (pembawa acara), among tamu, cucuk lampah, dan dalang wayang kulit. Namun selain itu juga masih banyak kita temukan seperti para pengrawit, atau para penabuh gamelan.

Ketika mungkin di dalam sebuah acara pernikahan, beskap ini dipadukan dengan katin batik motif pernikahan yang mengandung filosofi yang baik untuk kedua mempelai. Meskipun terlihat kuno, namun pemakaian beskap ini menunjukkan keluhuran budaya Indonesia sebagai negara yang penuh khasanah budaya.

Dalam artian yang baik, pemakaian beskap menunjukkan kepada para tamu bahwa mereka pantas mendapatkan sebuah sambutan yang seperti penyambutan tamu keraton, karena telah hadir dalam sebuah acara pernikahan atau acara resmi lainnya.

Bagaimana cara memakai beskap?

Cara memakai beskap cukup sederhana, seperti telah disampaikan di atas bahwa Surjan atau beskap merupakan salah satu busana pria adat Jawa yang bersumber dari keraton Mataram.  Cara memakainya harus dilakukan dengan tatacara  yang memiliki kaidah etika dan estitika tertentu. Susuhunan Pakubuwono IV, Raja Surakarta  telah mengingatkan kita dalam  berpakaian, yaitu:

Nyandhang panganggo iku dadekna sarana hambangun manungso njobo njero, marmane pantesan panganggonira, trapna traping panganggon, cundhukana marang kahananing badanira, wujud lan wernane jumbuhna kalawan dedeg pidegso miwah pakulitaniro

(Berpakaian seharusnya dijadikan  sarana untuk  membangun  kepribadian manusia lahir dan bathin.  Maksudnya berpantaslah dalam berpakaian:   berpakaianlah sesuai tempat dan keadaan, cocokkan antara badan dengan pakaian yang dikenakan,   antara situasi,  warna dan model/corak pakaian, tinggi badan, berat bada dan warna kulit)

Kita bahas di artikel selanjutnya, tunggu saya yaa..:)

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

3 Comments

  1. Pingback: Mengenal Among Rawuh Pernikahan, Visualisasi Penghormatan Kepada Para Tamu Undangan - Indonesian Batik

  2. Pingback: Prajnaparamita Indonesian Batik, Mengenal Motif Batik Samahita Sanjaya - Indonesian Batik

  3. Pingback: Batik Indonesia : Batik & Beskap Konstelasi Budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *