Belilah Batik Karena Suka, Jangan Beli Karena Terpaksa

Selamat pagi menjelang siang, para penikmat kopi pahit dan pisang goreng. Sembari menikmati waktu kalian yang lagi santai coffebreak, Prajnaparamita Indonesian Batik akan berbagi informasi dan berita seputar batik yang kalian bisa baca sambil bersantai. Lalu apa yang akan kita bahas hari ini?

Dalam berbagai artikel kita sudah berulang kali membahas batik, sampai mungkin kalian jenuh mendengarnya. Tetapi tidak menjadi masalah, kami akan tetap mempopulerkan batik dan support batik Indonesia. Kali ini kita akan membahas yang santai saja dulu.

Barangkali kalian sempat mengintip katalog batik di sebelah, atau di Facebook, atau di Bukalapak, atau di Shopee, atau di Ebay. Dengan harga segitu mahal, pasti orang akan segera mundur teratur. Yang kami heran, ketika kita jalan-jalan ke mall, kemudian melihat baju yang “bermerk” dengan harga puluhan juta yang bahkan mungkin admin harus jual ginjal, dan barang itu ternyata laku dibeli.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya dibeli untuk mewujudkan perilaku hedonis konsumtif ala masyarakat Indonesia yang sudah over kaya. Tetapi tidak semua dan tidak masalah, karena itu hak mereka.Namun ada juga yang membeli karena suka dengan produk bermerk tadi dan benar-benar jatuh cinta dengan produk tersebut sehingga orang tersebut membelinya.

Nah, alasan terakhir itulah yang kita jadikan motivasi, bahwa

“Belilah Batik Karena Suka, Jangan Beli Karena Terpaka”

Sebelum kalian membeli batik, jatuh cintalah dulu pada batik, rasakan feel yang benar-benar bisa diresapi oleh hati nurani kalian. Rasakan bagaimana seperti kalian bertemu dengan jodoh yang sudah sangat kalian tunggu, rasakan degup jantung kalian ketika melihat atau memegang motif batik yang menjadi pilihan kalian.

Kami pun tidak akan pernah memaksa kalian membeli, quote Tere Liye, “jatuh cinta itu tidak dapat dipaksakan”, quote Batara Narada witing tresno jalaran soko kulino, quote Dear Nathan “yang dipaksakan itu tidak akan baik hasilnya”.

Ketika kalian sudah jatuh cinta denga batik, yang abstrak akan terasa indah, yang mahal juga akan tetap terasa mahal. Hehehe.

Tidak munafik memang kami juga mencoba mendapatkan sedikit apresiasi dari keuntungan menjual batik. Kami juga manusia, kami juga butuh membeli kuota pulsa, atau membeli gorengan sebagai teman seorang admin yang ketika kalian berkunjung kondisinya kurus mengenaskan [hiperbola].

Tetapi dengan itu, kami konsisten mengembangkan batik untuk mendirikan dinasti batik sebagai pintu kebudayaan bagi orang asing atau diantara milyaran orang di luar sana untuk datang dan jatuh cinta kepada batik tulis Indonesia.

Dan sebagai penghormatan kepada para pengrajin batik di seluruh dunia agar tetap melukiskan cintanya pada setiap motif batik yang dihasilkan. Berapapun harganya, laku atau tidaknya, apresiasi kami terhadap batik tidak akan berubah.

“Angon mangsa kanggo ngluru tresnamu”

-mencari waktu yang tepat untuk mencari cintamu-

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *