Sindhen, Potret Asli Perempuan Jawa dengan Suara yang Begitu Indah

Hai..hai..hai, selamat siang dari Prajnaparamita Indonesian Batik. Terima kasih atas kunjungan dan piknik online menuju website kami. Tidak hentinya kami memberikan apresiasi yang begitu besar kepada kalian semua pencinta, penikmat, penggiat, sampai pembuat batik atas perhatiannya.

Hari ini kami akan membahas sebenarnya bagaimana sosok atau potret perempuan Jawa yang sampai sekarang masih eksis dan melestarikan fashion pakaian Jawa. Benar sekali, namanya Sindhen, dikutip dari wikipedia, Pesindhén, atau sindhén (dari Bahasa Jawa) adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya kecuali pagelaran wayang yang melibatkan 8-10 pesindhen. Pesindén yang baik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vokal yang baik serta kemampuan untuk menyanyikan tembang.

Sudah pasti kalian pernah melihat pagelaran wayang kulit, nah, para pesindhen ini adalah jejeran wanita yang berada di sebelah kanan sang dalang pewayangan. Bertugas untuk menyanyikan gendhing klenengan dan membuat suasana lakon wayang menjadi lebih hidup dengan olah vokal mereka.

Sindhen ini juga biasa disebut wiraswara atau waranggana, jangan kemudian tresno waranggana ya, itu lagu. Vokal yang mereka miliki tidak main-main, kebanyakan memiliki suara yang tinggi dan melengking. Karena dalam gendhing Jawa pada umumnya merupakan lagu yang lembut dengan nada yang tinggi diiringi oleh gamelan yang ditabuh para pengrawit gamelan.

Okay, yang mau kita bahas adalah fashion mereka, pakaian Jawa adalah pakaian yang sopan, penuh keanggunan tanpa meninggalkan kesan cantik dan elegan. Jadi sudah pasti mereka memiliki fashion klasik yang masih dipertahankan sampai sekarang.

Fashion klasik yang kami maksudkan adalah pemakaian sanggul, kebaya, batik, dan aksesoris klasik penyanyi Jawa yang eksotis. Ketika dalam pagelaran wayang mereka menggunakan busana yang benar-benar menunjukkan perempuan Jawa, klasik namun tetap mempesona.

Dengan batik yang mereka pakai ditambah dengan suara yang begitu merdu dan lembut, mungkin apabila mereka mengikuti acara The Voice atau Idol, mungkin besar peluang menang. Para pesindhen ini tetap melestarikan busana Jawa dengan segala budayanya. Jadi besar juga apresiasi kami untuk para penyanyi Jawa ini.

Karena memiliki eksotisme tersendiri tidak sedikit orang luar negeri yang juga belajar menjadi Sindhen. Sebut saja Hiromi Kano dari Jepang, Megan Collin Donoghu William dan Elizabeth Karen dari Amerika Serikat. Mereka juga memiliki ketertarikan tersendiri kepada sosok sindhen sampai benar-benar belajar dan terjun ke dalam kesenian dan budaya jawa.

Para sindhen ini mempertahankan Batik sebagai busana mereka tanpa perlu merasa malu di cap sebagai orang kuno, mereka mampu membalikkan persepsi dan paradigma orang itu menjadi sebuah pujian dan kekaguman tersendiri bagi budaya Jawa terutama fashion dan budaya.

Jadi dari kami, mereka adalah inspirasi dan public figure yang dari kami sangat respect serta memberikan apresiasi istimewa karena mampu mempertahankan sosok perempuan Jawa yang anggun dan eksotis.

Terima Kasih Para Pesindhen, Terima Kasih Para Pembaca Setia

Salam Hangat dari Kami, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *