Desa Girilayu, Tempat Para Generasi Muda Melanjutkan Tradisi Membatik

Desa Girilayu, desa yang berada di Kecamatan Matesih di Kabupaten Karanganyar memang sudah terkenal memiliki generasi membatik yang turun temurun bahkan mungkin sejak zaman menjadi wilayah Praja Mangkunegaran. Di sini kami lebih kesulitan menemukan sinyal daripada kegiatan yang berhubungan dengan batik.

Dan kami, Prajnaparamita Indonesian Batik yang juga merupakan bagian dari Desa Girilayu sangat bangga dengan batik tulis. Ditambah lagi, kami menemukan masih banyak generasi pembatik yang masih muda. Meskipun tidak semuanya, namun setidaknya puluhan pembatik di Desa Girilayu masih merupakan generasi muda.

Generasi muda membatik [terutama perempuan] mendapatkan ilmu membatik dari orang tua mereka yang sudah lebih dulu menjadi seorang pembatik yang kami bisa menyebutnya maestro. Dikala banyak generasi muda yang “emoh” dengan budaya batik, mereka terus berkarya dengan tekun dan teliti.

Sebut saja Marwanti, yang ketika kami berkunjung ke rumahnya, dia sedang menyelesaikan motif truntum yang sedang dikerjakannya. Bukan apa-apa, tetapi motif truntum butuh ketelitian dan kesabaran yang luar biasa mengingat motifnya yang kecil. Bersama sang ibu yang sedang terlihat membatik motif klasik sidomukti.

Dan dalam sekali melihat, kami langsung kagum, takjub karena membatik yang membutuhkan waktu yang sangat lama, mereka dengan enjoy mengambil malam dengan canting, meniupnya kemudian melukiskannya ke dalam kain mori. Luar biasa kami menyebutnya.

Atau, batik Tresno Dharma yang dikelola oleh Reni juga merupakan hasil dari kerja keras yang diturunkan langsung dari sang ibunda. Memilih usaha batik memiliki kesulitan tersendiri, terutama masalah pemasaran. Namun terlihat, beliau yang juga masih generasi muda di Desa Girilayu begitu gigih memperjuangkan batik tulis yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Ketika kegiatan membatik sebagian besar dijalani oleh generasi muda perempuan, anak-anak muda lelaki juga tidak kalah dengan membuat motifnya. Membuat motif juga tidak bisa dibilang mudah, karena motif batik akan menentukan kualitas dari batik itu sendiri.

Atau duet keluarga muda Yudi dan Yuli yang memiliki koleksi batik tulis yang sudah mencapai puluhan. Mulai dari mengerjakan motif sampai pewarnaan mereka mampu mengatasinya secara mandiri. Dan mereka masih tergolong memiliki usia yang sangat muda.

Atau kami, Prajnaparamita, yang juga memilih terjun ke dalam dunia batik meskipun kami belum bisa membatik. Kami hanya bertugas memperkenalkan kepada dunia Kampung Batik Girilayu itu ada dan nyata. Meskipun belum terlihat sebagai Desa atau Kampung Batik, tetapi di dalam jantung Desa Girilayu masih banyak mengalir darah generasi muda batik yang memiliki cinta yang begitu besar kepada dunia batik.

Ketika nanti anda atau kalian ingin berkunjung ke Desa Girilayu, mampir ke Prajnaparamita, dengan senang hati kami akan menyambut dengan segelas kopi. Atau ingin melihat generasi muda yang mengabdikan diri kepada dunia batik, kami antarkan ke rumahnya.

Kami sebagai generasi penerus dunia batik, akan tetap memberikan support sepenuhnya untuk bangsa Indonesia.

Dengan Batik Untuk Indonesia yang Berbudaya.

Terima Kasih sudah Berkunjung dan Membaca.

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , .

One Comment

  1. Pingback: Segmentasi Pasar Pemasaran Batik Tulis Di Desa Girilayu, Kabupaten Karanganyar - Indonesian Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *