8 Ajaran Hasta Brata dalam Filosofi Motif Batik Indonesia Semen Rama

Batik, beberapa dari kalian mungkin bosan mendengarnya. tetapi buat kami, batik adalah sebuah karya seni yang begitu dekat dengan kehidupan kami sehari-hari. Dan kami akan terus berusaha melihat lebih dekat dan menerjemahkan apa yang telah leluhur kita wariskan kepada kita.

Dari berbagai filosofi batik, ada satu yang begitu menarik perhatian kita, yaitu motif batik Semen Rama. Filosofi yang terkandung dalam motif ini ada 8 yang disebut Hastha Brata. Filosofi yang mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana, seorang pemimpin yang paling tidak memiliki sifat ajaran tersebut.

Batik ini dibuat pada masa pemerintahan Paku Buwono ke IV yang memegang tahta pada tahun 1788-1820 M. Motif ini memberikan pelajaran kepada putranya yang sudah diangkat sebagai Putra Mahkota calon penggantinya. Batik yang bercorak “semenan” dengan nama “semen-rama” ini diambil dari ajaran Prabu Ramawijaya kepada Raden Gunawan Wibisono saat akan mengganti raja di Alengka sepeninggal Prabu Dasamuka. Ajaran yang dikenal adalah “Hatha Brata” yang harus dilaksanakan oleh seorang calon pemimpin.

 Kedelapan kandungan ajaran tersebut adalah :

Indrabrata

Dilambangkan dengan bentuk tumbuhan atau hayat, maknanya adalah ajaran tentang darma untuk memberikan kemakmuran dan melindungi bumi. Menjadi pelindung bagi bumi dan alam yang berada di dalamnya.

Yamabrata

Dilambangkan dalam bentuk gunung atau awan atau sesuatu yang tinggi sebagai ajaran untuk bersifat adil kepada sesama. Layaknya sifat gunung yang teguh dan kokoh, seorang pemimpin harus memiliki keteguhan-kekuatan fisik dan psikis serta tidak mudah menyerah untuk membela kebenaran maupun membela rakyatnya.

Suryabrata

Dilambangkan bentuk garuda sebagai ajaran keteguhan hati dan tidak setengah-setengah dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin yang menguasai sifat Matahari harus mampu memberikan inspirasi dan semangat kepada rakyatnya untuk menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi.

Sasibrata

Dilambangkan dalam bentuk bulan sebagai ajaran untuk memberikan penerangan bagi mereka yang sedang kegelapan. Seorang pemimpin hendaknya mempunyari perasaan sosial-emosional yang lembut dan mampu menghargai sesama manusia.

Bayubrata

Dilambangkan dalam bentuk iber-iberan atau burung sebagai ajaran mengenai keluhuran atau kedudukan tinggi yang tidak menonjolkan kekuasaan. Selalu mampu mengambil keputusan yang baik dan benar sesuai kepentingan bersama, teliti dan memiliki pandangan yang luhur ke depan.

Danababrata

Dilambangkan dalam bentuk gambar pusaka dengan makna memberikan penghargaan atau anugerah kepada rakyatnya.

Barunabrata

Dilambangkan dalam bentuk naga atau yang berhubungan dengan air sebagai ajaran welas asih atau mudah memaafkan kesalahan. Seperti Air yang selalu mengalir ke bawah, artinya pemimpin harus memperhatikan potensi, kebutuhan dan kepentingan pengikutnya, bukan mengikuti kebutuhan atasannya

Agnibrata

Dilambangkan dengan bentuk lidah api sebagai makna kesaktian untuk menumpas angkara murka dan melindungi yang lemah. Juga selalu konsisten dan objektif dalam menegakkan aturan, tegas, tidak pandang bulu dan objektif, serta tidak memihak.

Dikisahkankan bahwa pada suatu tempat bernama Meru terdapat mata air yang benama Kala-Kula. Para dewa yang minum air tersebut akan mati. Di daerah itu juga terdapat tumbuh-tumbuhan yang bernama Sandilata, yaitu pohon yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati, hampir sama dengan Tirta Merta (air kehidupan), yaitu air yang kekal abadi dan mengandung kekuatan gaib.

Di atas Meru tumbuh pohon Soma yang dapat memberi kesakitan. Di sebelah Barat Laut Meru terdapat pohon suci bernama pohon jambu Wrekso atau disebut juga Sudarsono yang sangat indah dan menjulang keangkasa, sedangkan cabangnya sebanyak seratus ribu batang. Pohon ini memberikan segala rasa wisesa yang dapat diartikan Maha Kuasa atau Maha Suci.

Maka dari itu semen mengarah pada unsur kehidupan yang mengandung pengertian suci. Hal itu tampak pada penyebaran unsur flora di seluruh bidang, sebagai tanda penyebaran benih supaya dapat bersemi. Penyebaran benih mengartikan adanya penyebaran benih kehidupan, seperti yang digambarkan berupa tanaman menjalar sebagai penggam-baran alat kelamin pria. Motif Semen dalam penerapannya diperuntukkan bagi Pangeran, Adipati, dan untuk pengantin pria pada waktu ijab kobul (Semen Rama).

Demikian sedikit pembahasan mengenai motif batik semen rama yang berisi berbagai kandungan ajaran yang membuat kehidupan orang Jawa benar-benar mencoba belajar dari alam sekitarnya. Pelajaran yang menjadi inspirasi para pemimpin untuk selalu lebih baik dalam memimpin negara kita tercinta Indonesia.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Membaca

Salam Hangat, Indonesian Batik

-prajnaparamita-

Posted in Indonesian Article and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *